Kominfo Bersama Siberkreasi Gelar Webinar Tingkatkan Skill Masyarakat Digital

0
94
Dok. Kominfo

Semua generasi saat ini harus siap dengan perubahan perdagangan dari konvensional ke serba online melalui aplikasi lokapasar atau E-Commerce…

Jakarta, Komite.id – Saat ini kemajuan dunia digital nyatanya juga berpengaruh dengan perkembangan perdagangan digital atau E-Commerce. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, hampir 90% penduduk Indonesia atau sebanyak 270,20 juta jiwa pernah melakukan aktivitas pembelian barang atau jasa secara daring. Angka tersebut menegaskan bahwa aktivitas transaksi jual beli daring atau yang kita kenal dengan e-commerce saat ini sangat digemari.

Terkait hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi mengadakan kegiatan Webinar tentang “Seluk Beluk Meraup Untung di E-Commerce”. Webinar ini dilaksanakan pada Jumat, 29 Juli 2022 pukul 15.00-17.00 WIB dan diikuti oleh kelompok masyarakat dari berbagai komunitas Digital di DKI Jakarta dan Banten. Gelaran webinar tersebut bertujuan untuk mendukung peningkatan skill masyarakat di media digital, peran masyarakat yang cakap akan dunia digital sangat penting, sehingga mampu tercapainya target kumulatif sebesar 50 juta orang terliterasi di tahun 2024.

Berdasarkan Penelitian We Are Social Hootsuite per Februari 2022 di indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet dan pengguna media sosial aktif mencapai 191,4 juta. Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 berada pada level “sedang” dengan skor 3,49. Pengukuran dengan Kerangka Indeks Literasi Digital tahun 2021 ini menggunakan empat pilar, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital. Karena masih berada di level “sedang”, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD melakukan berbagai kegiatan seperti webinar untuk meningkatkan kecakapan Digital Masyarakat.

Dalam hal ini, Basuki Surodjo, CEO Airmas Group mengatakan saat ini semua generasi harus siap dengan perubahan sistem perdagangan. “Semua generasi saat ini harus siap dengan perubahan perdagangan dari konvensional ke serba online melalui aplikasi lokapasar atau E-Commerce. Pahami dengan bijak perkembangan teknologi tersebut agar kita tidak ketinggalan zaman dan ikut serta menikmati segala kemudahan yang ada,” terang Basuki, dalam keterangan tertulis, Senin (01/08).

Lebih lanjut, Basuki menyampaikan bahwa banyak keuntungan yang akan di dapat dengan memanfaatkan media digital dan platform e-commerce. “Jualan di aplikasi ini minim budget karena kita bisa memanfaatkan berbagai fitur gratis yang disediakan. Disini kita juga bisa berinteraksi langsung dengan pembeli dan mendapat respon yang cepat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Rizal Saanun dari Research dan Development Lead PT. Meraki Kreasi Bangsa menerangkan, untuk bisa sukses di e-commerce harus paham akan media marketing. “Cara awal  memanfaatkan media marketing ini adalah dengan menetapkan tujuan kita berjualan, selanjutnya pahami audiens sasaran produk kita, siapkan strategi dengan mengoptimalkan media sosial yang ada dan terakhir lakukan evaluasi serta perbaikan untuk kedepannya,” ucap Rizal.

Sementara, Owner RE Consulting Ronnie Francis mengajak pelaku UMKM untuk siap terjun ke dunia digital. “Mulai dari sekarang tanamkan mindset untuk ingin maju, timbulkan kemauan dan keinginan disertai dengan tindakan berani dalam berbisnis dan berkarir secara digital. Terakhir tekun dalam menjalani segala bentuk kegiatan di dunia digital agar berhasil”, jelas Ronnie.

Menurut Ronnie, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jika ingin bergabung dengan dunia jualan digital. “Hal pertama yang harus di persiapkan adalah Mental, dengan mental yang kuat kita siap untuk bangkit kembali jika nantinya mengalami kegagalan saat usaha go digital ini. Selanjutnya alokasikan waktu yang maksimal dan susun dengan rapi segala bentuk agenda dan kegiatan di dunia digital yang tidak mengenal waktu ini,” imbuh Ronnie.

Selanjutnya, Andi Muslim Ketua Subkomisi Media Baru Lembaga Sensor Film Indonesia menghimbau pengguna e-commerce untuk tetap menerapkan budaya cinta produk dalam negeri. “Kita harus bangga akan budaya dan karya anak bangsa, produk dalam negeri kita tidak kalah dengan produk luar. Galakkan promosi dan jadilah produsen produk dalam negeri serta tidak melakukan konsumsi produk impor secara berlebihan,” pungkas Andi.

Sebagai penutup materi, Andi menekankan untuk tetap mengedepankan budaya bangsa dalam bermedia digital. “Dunia kita saat ini semuanya serba digital, mari mengisinya dan menjadikannya sebagai ruang yang berbudaya dengan segala potensi dan kekayaan budaya kita,” tutup Andi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini bertujuan untuk mendukung dan mendorong masyarakat memanfaatkan dunia digital sebagai sarana komunikasi dan interaksi yang aman, nyaman dan berbudaya. Selanjutnya akan diadakan Talkshow Literasi digital dan event musik yang di jakarta International Stadium 27 Agustus 2022.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.