Tokocrypto Kenalkan Ekosistem Blockchain Terdepan di Indonesia

0
1281
Photo by : Tokocrypto

Ekosistem TokoVerse dibangun memanfaatkan kombinasi sinergis dari domain decentralized finance, GameFi dan Non-fungible token (NFT).

Jakarta, Komite.id – Melalui inisiatif ekosistem blockchain, TokoVerse, Tokocrypto memperkokoh posisi sebagai platform teknologi terdepan di Indonesia. Pembentukan TokoVerse ini merupakan tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Tokocrypto dari platform perdagangan aset kripto, menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang memanfaatkan teknologi masa depan, yakni blockchain.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai menjelaskan sejak awal berdiri pada tahun 2018, Tokocrypto terus berkomitmen menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia, melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Tanah Air.

“Pencapaian Tokocrypto sejak aplikasi kami diluncurkan empat tahun tahun lalu merupakan bukti kepercayaan nasabah, partner bisnis dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan. Pertumbuhan Tokocrypto sangatlah pesat. Dari 2020 hingga 2021, jumlah transaksi harian yang diproses dalam platform kami melesat 754% dan telah mencapai lebih dari US$ 191 juta atau setara Rp 2,7 triliun,” ucap Kai, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, (22/04).

Sebagai informasi, pengembangan platform di ekosistem TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari domain Decentralized Finance (DeFi), GameFi dan Non-fungible token (NFT). Ekosistem ini didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Tanah Air.

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia.

“TokoVerse merupakan ekosistem blockchain pertama di Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto, di mana TKO, proyek kripto dengan token hybrid berkonsep CeDeFi menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem tersebut. TokoVerse menjadi bukti komitmen dari Tokocrypto untuk membangun ekosistem berbasis blockchain yang berkelanjutan,” jelas CEO Tokocrypto.

Selanjutnya Kai menekankan bahwa TokoVerse merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan teknologi blockchain untuk mendorong perekonomian nasional. Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.

Sementara, Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

“Kripto dan seluruh ekosistem blockchain sedang mencoba untuk membuat internet baru, oleh banyak orang disebut Web3, seperti halnya Google dan Microsoft yang membantu menciptakan Web1. Teknologi blockchain akan mendominasi dunia selama 10-20 tahun ke depan dan dapat membantu memecahkan beberapa masalah ekonomi atau menguranginya,” terang Kai.

Tokocrypto saat ini memiliki 2,5 juta pengguna per Maret 2022. Angka tersebut naik sekitar 35% dari posisi akhir 2021 yaitu sekitar 2 juta pengguna. Sementara itu, dari sisi transaksi atau volume trading aset kripto selama kuartal I 2022 telah mencapai $ 47,9 juta.