Lintasarta Pastikan Jaringan Aman dan Layanan Siaga Saat Nataru

0
1261

Sebagai bagian dari upaya dukungan pelayanan dan antisipasi selama periode Nataru, Lintasarta mempersiapkan seluruh resource baik internal maupun eksternal untuk tetap mempertahankan dukungan yang maksimal terutama…”

JAKARTA, Komite.id – Sebagai perusahaan ICT (information Communication and Technology) total solution company, Lintasarta berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dengan menghadirkan infrastruktur yang andal, koneksi jaringan yang aman, dan layanan yang siaga dalam selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Hal ini merupakan dedikasi Lintasarta untuk secara konsisten menyediakan layanan telekomunikasi yang berkualitas dan dapat diandalkan oleh para pelanggan.

Setiap periode akhir dan awal tahun menjadi salah satu momen bagi Lintasarta untuk tetap menjaga jaringan telekomunikasi tetap aman dan meningkatkan pelayanan contact center guna mendukung proses bisnis pelanggan Lintasarta yang terdiri dari berbagai industri dan pemerintahan. Hal ini didorong oleh kebutuhan dari para pelaku industri dan pemerintahan yang dituntut untuk terus memberikan layanan yang baik bagi publik dalam melakukan kegiatan ataupun perjalanan selama Nataru dengan memanfaatkan layanan digital.

“Pada periode libur Natal dan Tahun Baru ini kami menekankan pada Lintasarta SIAGA yang dimulai dari tanggal 23 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 karena Lintasarta sangat memahami posisinya sebagai penyedia jasa yang sangat kritikal dan menjadi tulang punggung dalam mendukung kelangsungan bisnis pelanggan. Maka, momen ini memerlukan kesiapan lebih dari Lintasarta untuk mewujudkan service excellence serta proaktif agar layanan pelanggan tetap beroperasional dengan baik,” kata Delivery and Operation Director Lintasarta Zulfi Hadi.

Zulfi menuturkan, Lintasarta selalu mengutamakan high availability service dan dukungan pelayanan kepada pelanggan melalui layanan operasional 24/7 secara nasional melalui single identity number (contact center) 14052 yang diluncurkan Lintasarta sebelumnya, serta kesiapan dukungan operasional yang tersebar di 235 kota seluruh Indonesia. “Sebagai bagian dari upaya dukungan pelayanan dan antisipasi selama periode Nataru, Lintasarta mempersiapkan seluruh resource baik internal maupun eksternal untuk tetap mempertahankan dukungan yang maksimal terutama kepada pelanggan yang berpotensi mengalami peningkatan trafik dan informasi,” jelasnya.

Lebih lanjut Zulfi mengatakan, bersamaan dengan aktivitas libur atau perjalanan luar kota pada akhir tahun, kebutuhan akan jaringan dan layanan Lintasarta yang sigap juga diperlukan untuk kegiatan operasional perkantoran dimana berbagai industri melakukan tutup buku akhir tahun yang dilaksanakan secara serentak. Lintasarta sebagai penyedia jasa komunikasi data melalui produk Metro-E dan internet menjadi bagian dari kebutuhan yang kritikal karena sebagai media bagi pelanggan menjalankan bisnis transaksional retail ataupun core business corporate.

“Transaksional perbankan dan payment gateway berada pada puncaknya, sementara proses back office keuangan di semua sektor juga sedang berjalan. Nataru memang menjadi waktu kritikal karena proses tutup buku keuangan bersamaan dengan liburan,” jelasnya.

Sebagai komitmen Lintasarta ke pelanggan, Lintasarta terus melakukan improvement dengan menerapkan high availability jaringan backbone dan last mile. Zulfi menuturkan, selama Natura pelanggan tentu ingin merasa aman dan terjaga kehandalannya. Dengan demikian maka dibutuhkan DRC (Disaster Recovery Center) yang merupakan bagian dari BCP (Business Continuity Plan) dan juga DR (Data Recovery) sebagai fungsi backup pada cloud milik Lintasarta.

“Untuk itu kehandalan jaringan serta kecepatan respon dan penanganan menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberlangsungan layanan tersebut,” ujarnya.

Lebih jauh Zulfi mengatakan, saat ini secara total pada tahun 2021 Lintasarta melakukan perluasan coverage Fiber Optic (FO) ke 36 kota/kabupaten. Sehingga pada tahun 2021, total kota yang telah rampung pembangunan FO Lintasarta sebanyak 235 kota/kabupaten.

“Lintasarta akan terus melakukan ekspansi salah satunya dengan meningkatkan penetrasi jaringan FO lebih luas di wilayah Indonesia. Kehadiran FO tersebut tentu akan berdampak pada layanan yang yang lebih prima yang bisa diberikan oleh Lintasarta kepada pelanggan” katanya.

Dengan diperluasnya jangkauan fiber optic tersebut diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam pelaksanaan program transformasi digital dengan memberikan akses connectivity berkecepatan tinggi menggunakan fiber optic, dan mendukung proses bisnis para pelaku Industri seperti government, finance, supply chain dengan lebih baik yang menjadi bagian dari solusi Lintasarta yang terintegrasi mulai dari connectivity hingga layanan IT services lainnya.

“Untuk pelanggan tentunya hal ini dapat meningkatkan pelayanan dengan memberikan jaringan kecepatan tinggi dan stabil, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pelanggan akan Bandwith yang tinggi di era digitalisasi,” tutupnya.

Tentang Lintasarta (Indosat Ooredoo Group)

Sejak 1988, Lintasarta merupakan penyedia Komunikasi Data, Internet dan IT Services untuk berbagai sektor industri. Saat ini Lintasarta telah melayani lebih dari 2.400 pelanggan korporasi dengan lebih dari 35.000 jaringan yang meliputi layanan komunikasi data fiber optic, jaringan satelit, managed security & collaboration, data center dan DRC, cloud computing, Managed Services, e-Health dan solusi total komunikasi data dengan jaminan ketersediaan koneksi jaringan (SLA) sebesar 99%, 99,9% dan 99,99% sesuai kebutuhan para pelanggannya. Layanan profesional Lintasarta didukung oleh lebih dari 1.000 staf berpengalaman diantaranya memiliki sertifikasi Internasional yang tersebar di lebih dari 54 kota di Indonesia. Infrastruktur Lintasarta berbasis platform jaringan Next Generation Network (NGN). Untuk jaminan mutu layanan Lintasarta telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 27001:2013, ISO 20000-1:2011, ISO 14001:2015, OHSAS 18001:2007, PCI DSS, CMSP (Cisco Managed Service Partner), dan SMK3 PP 50/2012.