PP Iptek Resmikan Science Center ke-24 di Sumbar

0
846

Jakarta, Komite – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) memberi arahan agar setidaknya ada minimal satu science center di tiap-tiap provinsi sehingga pengetahuan dan informasi iptek dapat dikenal dan tersebar ke lapisan masyarakat di seluruh Indonesia bahkan tempat yang terpencil sekalipun serta membudaya di kehidupan masyarakat .

“Karena itu Kami Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Kemenristekdikti berupaya penuh memenuhi amanah yang diberikan Bapak Menteri Ristekdikti untuk melakukan inisiasi dan pendampingan di daerah-daerah untuk mendirikan sebuah science center atau pusat peragaan iptek lainnya,” kata Direktur PP-IPTEK Mohammad Syachrial Annas saat Peresmian Pusat Peraga Iptek di Museum Adityawarman, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (27/11).

Syachrial mengungkapkan Pusat Peraga Iptek Provinsi Sumbar merupakan science center ke-24 yang ada di Indonesia. Tahun lalu diresmikan science center di provinsi Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Inisiasi dan pengembangan science center di Prov. Sumbar, terangnya, telah dilakukan sejak awal 2017 yang sebelumnya dengan Balitbang Prov. Sumbar. “Berbagai tahapan telah dilakukan bersama mulai dari tahap koordinasi, sosialisasi kepada masing-masing kabupaten/kota yang ada di Prov. Sumbar pengajuan proposal dari beberapa kab/kota, penilaian proposal oleh tim penilai yang telah kami tunjuk hingga akhirnya terpilih dan diresmikannya lah science center di provinsi sumatera barat pada hari ini di tahun 2018,” tutur Syachrial.

Dalam pendirian Pusat Peraga Iptek ini, Kemenristekdikti memberikan hibah enam alat-alat peraga iptek yang interaktif sebagai stimulan bagi Prov. Sumbar dalam mengembangkan science center kedepannya. Alat-alat peraga tersebut, yakni Labirin Cermin, Katrol, Gyroektreme, Generator Van De Graf, Baterai Tangan dan Film kartun.

Selain itu, PP-Iptek membawa 20 alat peraga interaktif dan akan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi siswa dan guru-guru IPA di Sumatera Barat selama 3 hari. “Saat ini pun sedang terselenggara Workshop pembuatan roket air bagi siswa SMA sebanyak 100 orang di Gedung Dinas Pendidikan. Roket air buatan para siswa akan diluncurkan di area peresmian,” jelasnya.

Syachrial berharap dengan adanya Science and Technology Center di Sumatera Barat dapat melahirkan generasi-generasi muda yang berdaya saing tinggi.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Prov. Sumbar Iwan Prayitno mengungkapkan peresmian Pusat Peraga Iptek selaras dengan harapan pemerintah daerah untuk memperbanyak kunjungan wisatawan ke Sumbar. “Sekarang ada tempat untuk anak-anak dan keluarga belajar dan melihat Iptek. Tempat ini tidak hanya menjadi sumber ilmu tetapi juga tempat wisata bagi keluarga,” ungkap Iwan.

Gubernur Sumbar berharap Pusat Peraga Iptek dapat menjadi tempat berekspresi, berkreasi sekaligus menumbuhkembangkan iptek.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Reti Wafda dalam sambutannya mengatakan pendirian Pusat Peraga Iptek Prov. Sumbar bertujuan mengenalkan iptek dengan cara yang mudah dan menyenangkan serta mengajak para pelajar untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuannya melalui kegiatan iptek hands on interaktif.

“Pusat Peraga Iptek juga bertujuan menumbuhan kepedulian dunia usaha untuk membantu pendidikan dan iptek bagi masyarakat serta menumbuhkan kepedulian para pemangku kepentingan untuk mendukung pendirian Pusat Peraga Iptek di Sumbar,” ungkapnya.

Reti berharap Pusat Peraga Iptek dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya Pusat Peraga Iptek sebagai sarana pembelajaran luar sekolah.

Menurut Reti, rangkaian acara peresmian berlangsung pada 27-29 November 2018 dengan mengangkat tema Melalui pusat peraga iptek kita dorong peningkatan pemahaman siswa dan lahirnya siswa inovatif di Sumbar. Acara peresmian diisi kegiatan antara lain Workshop dan Bimtek pembuatan roket air; workshop Guru PAUD, TK, SD, dan SMP; serta pendampingan, peragaan, dan aplikasi alat-alat peraga iptek. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.