Menristekdikti & Bekraf Buka Pesta Rakyat Pintar

0
888

Jakarta, Komite – Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, menghadiri perayaan satu tahun Warung Pintar dan pencapaian 1000 warung Pintar, dalam Pesta Rakyat Pintar di Theater Garuda, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (11/11).

Menristekdikti menyampaikan apresiasinya pada startup Warung Pintar karena mengaplikasikan penggunaan teknologi untuk membangun ekonomi mikro. “Ini memudahkan sistem jaringan pasar karena semua sudah menggunakan aplikasi untuk penjualan dan pemesanan barang. Selain itu Warung Pintar juga membuka lapangan kerja baru”, ujar Nasir.

Diketahui, start up Warung Pintar dikembangkan oleh Harya Putra dan teman-temannya. Pada dasarnya, Warung Pintar merupakan warung yang dikawinkan dengan teknologi dalam pengelolaannya. Hal tersebut tentu saja dapat memberikan kemudahan bagi pemilik warung serta kenyamanan bagi para pelanggannya.

Menteri Nasir menyayangkan bahwa saat ini masih ada sekitar 63 ribu sarjana yang menganggur. Di era Revolusi Industri 4.0 Perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk lebih inovatif dan mengajarkan serta menanamkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswanya. Banyak potensi ekonomi kreatif yang bisa di kembangkan lulusan perguruan tinggi. Perguruan tinggi juga diharapkan membuka program studi kekinian yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Itu yang sedang kita dorong untuk berubah. Sekitar 70% prodi di negara maju berbasis science and technology, itu yang diserap oleh industri. Di Indonesia perlu inovasi untuk membuka program studi yang sesuai kebutuhan pasar”, terang Menristekdikti. Selain itu, Nasir juga menjelaskan bahwa saat ini sedang mendorong program e-Learning dengan tetap mengedepankan kualitas pendidikan. Hal tersebut menjadi upaya dalam meningkatkan Global Competitiveness Index di Indonesia.

Nasir melanjutkan, Nantinya tidak ada alasan lagi bagi anak Indonesia yang tidak bisa mengambil jenjang kuliah karena jarak yang jauh. Ini demi meningkatkan daya saing global. Pihaknya mengaku akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang mengelola Warung Pintar sambil berkuliah. “Nanti kita siapkan anggarannya. Asal mau kerja keras dan berinovasi, pasti sukses”, ujar Nasir mantap.

Sementara itu, Triawan Munaf menuturkan bahwa saat ini mau tidak mau teknologi sudah meresap dalam kehidupan sehari-hari dan Warung Pintar kini menjadi kreasi anak muda di era digital. “Warung tidak hanya sekedar menjadi tempat ngopi, tapi ini bisa menjadi jendela dunia karena ada wifi-nya”, ujar Triawan.

Hal senada juga dikatakan Bupati Banyuwangi, Azwar Anas. Pihaknya juga mendukung Warung Pintar untuk melebarkan sayap ke Banyuwangi. “Selama 7 tahun saya menjabat tidak saya izinkan mendirikan toko retail dan mall baru di Banyuwangi. Hal ini untuk memproteksi ekonomi masyarakat kecil, tapi Warung Pintar ini dapat mendidik digitalisasi warung-warung kecil”, pungkas Azwar.

Warung Pintar memadukan kios kecil/tradisional dan pengelolaan yang berbasis teknologi dengan mengedepankan tiga pilar yaitu Internet of Things (IoT), big data analytics dan blockchain. “Dengan implementasi teknologi di Warung Pintar, pemilik warung dan pembeli bisa memanfaatkan aplikasi hasil investasi East Ventures. Misalnya, menggunakan sistem MokaPOS pada kasir warung atau melakukan pencatatan keuangan dan akuntansi menggunakan software akuntansi online, Jurnal,” ujar COO Warung Pintar Harya Putra.

Warung Pintar sendiri merupakan solusi end to end yang bisa membantu masyarakat mencari lahan dan dana untuk membuka warung baru. Lewat platform nya, masyarakat pun bisa menjadi investor dan memberikan pendanaan kepada orang-orang yang berniat mendirikan warung Pintar. “Sampai akhir tahun ini, Warung Pintar ditaregtkan menjadi 1000 warung yang tesebar di wilayah Jabodetabek,” tambah Harya Putra .

Warung Pintar dioperasikan oleh tim yang telah berpengalaman di dunia startup. Di posisi CEO ada Agung Bezharie yang pernah menjadi Investment Associate di East Ventures, sedangkan di posisi COO ada Harya Putra. Mereka pun menggandeng Sofian Hadiwijaya, yang berpengalaman sebagai Technology Evangelist Kudo, co-founder Pinjam, serta VP of Business Intelligence GO-JEK. Selain itu juga ada Pandu Kartika Putra, yang aktif di Code for Bandung dan Code4Nation.

Willson Cuaca, Managing Partner dari East Ventures, mengatakan mereka menawarkan bentuk kerja sama berupa kemitraan dengan pemilik warung, di mana para pemilik hanya perlu memberi komitmen, kejujuran, serta waktu mereka untuk memperbaiki warung sewaktu-waktu dibutuhkan.

Apaagi, di era yang serba online seperti sekarang, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas offline seperti warung untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Tak heran kalau di kota besar sekalipun, kita masih akan melihat banyak warung yang tersebar di pinggir jalan. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.