Sudut Pandang Accenture: Trend Technology 2018

0
340

Jakarta, Komite- Trend Technology  Fjord 2018 judul Press release  Accenture yang diterima Rudi Rusdiah, editor Komite.id pada acara press relis Internet Retailing Expo Indonesia di Hotel Pullman, Central Park sebagai berikut:

“Accenture Trend Fjord 2018 report mengidentifikasi arus-arus diruspsi internal dan eksternal pada masyarakat dan institusi berdasarkan dorongan dan pergeseran design dan inovasi pada 2018 yang harus diawasi serta  merumuskan perubahan teknologi kedepan yang positif. Pada setiap tren 2018  muncul dari kekhawatiran yang mendasar, baik itu pergeseran, peraduan atau perpecahan metode,” katanya.

Digital melawan fisik (Cyber), manusia melawan mesin (AI), terpusat melawan desentralisasi (P2P), kecepatan melawan ketepatan, otomasi melawan pengendalian dan ketertelusuran tanpa anonimitas (Blockchain). Pemenang di tahun 2018 adalah yang dapat menavigasi ketegangan ini dengan baik dan memanfaatkan kesempatan untuk merancang dunia secara kolektif yang akan kita tinggali.”ujar Mark Curtis, co-founder dan Chief Client Officer dari Fjord

Teknologi-teknologi tersebut menghilangkan pengalaman digital dan fisik dari kehidupan kita sehari-hari. Baik itu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), computer vision ataupun blockchain  yang secara bersamaan tidak hanya menciptakan optimisme tetapi kekhawatiran akan dampak negatif seperti Cybercrime terkait gelombang perubahan yang sedang berlangsung dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Tren-tren ini menganjurkan bahwa para organisasi-organisasi dapat menavigasi alur dan desain bisnis menuju perubahan positif. Terdapat tujuh tren utama dalam membentuk pengalaman bagi generasi selanjutnya:

  1. Bisnis Fisik Melawan: Digital sudah mendapat sorotan cukup banyak, namun pengalaman fisik tetapi masih diperlukan. Sudah waktunya menggabungkan dua unsur; digital dan fisik.
  2. Computer Punya Mata: Komputer saat ini tidak hanya memahami kata-kata (melalui perintah atau teks), namun juga memahami visualisasi/gambar tanpa bantuan manusia, sehingga memberikan kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas dalam generasi digital berikutnya.
  3. Ketergantungan pada Algoritma: Bagaimana membuat strategi pemasaran yang membedakan dari apa yang selama ini bergantung pada algoritma – gatekeeper antara brand dan konsumen mereka.
  4. Arti Sebuah Mesin: Artificial Intelligence (AI) mungkin dapat menggantikan pekerjaan kita, namun tentu tidak berarti meniadakan pekerjaan tersebut. Kita harus mampu merancang bagaimana dapat berkolaborasi dengan mesin/perangkat yang mampu mengembangkan bisnis.
  5. Kepercayaan pada Transparansi: Teknologi blockchain memberikan potensi untuk mengembangkan transparansi sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan karena meniadakan ambuigitas, menumbuhkan kembai kepercayaan, dan meningkatkan hubungan dengan publik.
  6. Ekonomi Beretika: Banyak organisasi yang merasa harus terlibat dan membuat pernyataan terhadap isu-isu politik dan sosial.   Bila memilih dengan tepat, maka konsumen mereka akan dengan sukarela mendukung kegiatan para pemilik brand yang sesuai dengan hati-nurani mereka.
  7. Konsep Desain di Luar Jalur: Kebutuhan desain semakin tinggi dan dihargai. Desain dalam hal ini tidak harus terkait dengan gambar/visualisasi, namun juga termasuk desain jasa. Konsep pendekatan “design thinking” membuat individu dapat menyusul model-model bisnis yang inovatif. Namun dalam dunia yang menganggap bahwa  semua bisa menjadi desainer. Maka para dsainer harus berevolusi dalam bekerja agar menjadi kompetitif, dan menentukan diferensiasi mereka.

“Kami percaya bahwa tren-tren ini tidak hanya akan memancing dan memberikan inspirasi, tetapi juga memberikan saran yang dapat diaplikasikan pada organisasi tertentu yang sedang mempersiapkan peluang ke depan,” kata Baiju Shah, global co-lead Fjord dan managing director Accenture Interactive. “Banyaknya pertanyaan kritis yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya berkisar pada interaksi antara manusia dan mesin serta konsekuensi mendalam bagi individu, masyarakat dan semua jenis organisasi. Dikarenakan perkembangan digital saat ini tidak dapat berdiri sendiri dan untuk kedepannya akan digabungkan di dalam dunia fisik, hubungan kita dengan segala sesuatu di sekitar kita akan didefinisikan ulang.”

“Tren-tren ini sangat berguna bagi usaha di Indonesia karena memberi gambaran bahwa digital bukan sebagai momok yang perlu ditakuti penerapannya, dan juga bukan merupakan keharusan dalam keseluruhan aspek operasional bisnis,” ujar Leonard Nugroho, managing director, technology consulting Accenture Indonesia. “Kreativitas cerdas dalam menentukan desain yang tepat merupakan kunci kesuksesan dalam Implementasi.”

Tren Fjord 2018 mengacu pada pemikiran kolektif dari 1.000 desainer dan pengembang Fjord di seluruh dunia dan berdasarkan pada pengamatan langsung, penelitian berbasis bukti dan kerja klien. Tahun ini, untuk pertama kalinya, Fjord juga memanfaatkan wawasan dan perspektif individu dari 85 klien di lima benua, yang pandangannya terdapat pada laporan tersebut. Untuk membaca laporan lengkap dan membagi pemikiran Anda, kunjungi www.trends.fjordnet.com atau lihat dek Slideshare kami.

Accenture Interactive

Accenture Interactive membantu brand terkemuka di dunia untuk mengubah pengalaman pelanggan mereka melalui penawaran yang terhubung dalam desain, pemasaran, konten dan perdagangan. Accenture Interactive menduduki peringkat badan digital terbesar di dunia dalam Ad Age Agency Report terbaru. Fjord, unit perancangan dan inovasi Accenture Interactive, merubah cara pandang orang-orang dengan dunia digital dan fisik di sekitar mereka yang bertujuan untuk menggunakan kekuatan desain untuk menciptakan layanan yang disukai khalayak. informasi lebih lanjut di @AccentureACTIVE atau @fjord dan kunjungi website www.accentureinteractive.com atau www.fjordnet.com.

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.