Menkominfo Ungkap Peluang dan Tantangan AI di Industri Telco

0
645
(Foto : CNBC Indonesia)

Jakarta, Komite.id – Adopsi teknologi kecerdasan secara massif menghadirkan peluang dan tantangan bagi bisnis. Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi memaparkan dampak AI di industri telekomunikasi.

Menkominfo menyatakan bahwa ada tiga hal yang bisa dimanfaatkan oleh industri telekomunikasi dari kehadiran teknologi AI.

Pertama, AI dapat digunakan untuk otomatisasi layanan pelanggan dengan menggunakan chatbot. Pada 2022, adopsi chatbot bisa menghemat biaya operasional perusahaan hingga Rp 11 triliun.

“AI dapat juga digunakan untuk deteksi penipuan di industri telko. Ketiga, AI dapat mendorong penghematan di instrumen telco sehingga membawa dampak positif keberlanjutan lingkungan,” kata Menkominfo dalam acara Tech and Telco Summit 2024, Selasa (5/3/2024).

Namun, kehadiran teknologi AI juga memberikan tantangan bagi industri. Menkominfo memaparkan empat tantangan dari industri telekomunikasi.

Keempat tantangan tersebut adalah kurangnya keterampilan dan sumber daya yang tepat, kesulitan dalam mengintegrasikan AI dengan sistem yang sudah ada, kecemasan tentang keamanan, dan kultur yang kurang mendukung inovasi.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) berkembang masif di seluruh dunia. Pada 2030 mendatang, diprediksi kontribusi AI terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) global bernilai US$ 3 triliun.

Dari total tersebut, sebanyak US$ 1 triliun dikatakan akan berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Indonesia sendiri dipatok akan berkontribusi senilai US$ 366 miliar atau setara Rp 5.765 triliun.

Hal tersebut diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, dalam acara Tech & Telco Summit 2023 yang digelar CNBC Indonesia, Selasa (5/3/2024) di Menara Bank Mega, Jakarta.

“Melihat angka-angka yang betul-betul fantastis, pengembangan sektor AI di masa depan membawa peluang besar,” kata Menkominfo Budi Arie.

Lebih lanjut, Menkominfo Budi Arie mengatakan AI dapat mengotomatisasi layanan pelanggan agar lebih efektif. Ia mengambil contoh, pada tahun 2022, banyak perusahaan yang menghemat sampai US$ 11 triliun dengan pengadopsian chatbot berbasis AI.

Ia juga menyebut soal peran AI yang bisa mendeteksi dan mencegan upaya penipuan di ranah maya. Bahkan, AI juga digadang-gadang menjadi katalis untuk keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

Kendati begitu, Menkominfo Budi Arie tak menampik bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menerapkan AI demi memaksimalkan manfaatnya.

Antara lain berkaitan dengan kurangnya keterampilan dan sumber daya yang tepat, kesulitan mengintegrasikan AI dengan sistem yang sudah ada, kekhawatiran perihal keamanan, dan kultur yang kurang mendukung inovasi.

Dalam hal regulasi, Kementerian Kominfo sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) sebagai panduan pengembangan AI di sektor privat dan publik yang beretika dan aman.

“Secara khusus, SE AI dari Kominfo mendorong perusahaan telco untuk menerapkan AI secara beretika dan bertanggung jawab,” kata Menkominfo Budi Arie.