Pemerintah Dorong Perjanjian Kerja Sama Ekonomi dengan Kanada, Tingkatkan Kemudahan Akses ke Pasar Gobal

0
999
Dok. Ekon.go.id

 

Jakarta, Komite.id – Terlepas dari berbagai tantangan global yang bergejolak saat ini, Indonesia mendapatkan keuntungan tak terduga dari kenaikan harga komoditas unggulan yakni dengan ekspor yang mampu tumbuh double digit, sebesar 14,93% pada Triwulan IV-2022. Sedangkan, Selama tahun 2022, ekonomi Indonesia tumbuh secara extraordinary sebesar 5,31% (yoy) dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dibandingkan banyak negara anggota G20.

“Neraca perdagangan Indonesia hingga Januari 2023 surplus selama 33 bulan berturut-turut. Surplus neraca perdagangan di awal tahun ini merupakan awal yang baik dalam memperkuat ketahanan perekonomian nasional dalam menghadapi tantangan global ke depan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual dalam acara Gala Dinner Canada-ASEAN Business & Investment Forum 2023, seperti megutip laman resmi ekon.go.id, Selasa (28/02).

Menko Airlangga melanjutkan, bahwa Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan empat pedoman pertumbuhan ekonomi bangsa yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah. Salah satunya yakni dengan menyelesaikan perundingan Free Trade Agreement (FTA) atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan negara lain sebagai langkah penting untuk memperluas akses pasar, mengurangi hambatan perdagangan, dan meningkatkan daya saing di pasar global.

Pada 21-24 November 2022 yang lalu, telah dilaksanakan putaran kedua ASEAN – Canada FTA (ACaFTA), dimana Pemerintah Indonesia juga mendorong seluruh negara ASEAN dan Kanada untuk menyelesaikan perbedaan pendapat, mengutamakan konsensus bersama, dan mempercepat pembentukan ACaFTA, sehingga manfaat ACaFTA dapat dirasakan oleh seluruh anggota.

Kanada merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Dengan perdagangan antara kedua negara yang mencapai USD 4,3 miliar pada tahun 2022, menunjukkan peningkatan yang mengesankan sebesar 37,14% dari tahun sebelumnya. Dari sisi investasi, Kanada menempati urutan ke-15, dengan nilai investasi USD 964 juta selama 2018-2022.

“Pembentukan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA- CEPA) merupakan langkah penting bagi Indonesia. Salah satu pertimbangan utama dari perjanjian ini adalah untuk meningkatkan kemudahan akses ke pasar barang dan jasa. Aspek penting lain dari ICA-CEPA adalah diversifikasi pasar tujuan ekspor. Bergabung dengan ICA-CEPA akan meningkatkan daya saing Indonesia dan semakin memperluas peluang ekonominya serta memastikan pertumbuhan jangka panjang,” kata Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pasca suksesnya Presidensi G20 Indonesia pada tahun lalu, Indonesia berkesempatan menjadi Ketua ASEAN di tahun 2023. Hal ini merupakan agenda besar Pemerintah Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya dalam kepemimpinan global.

Dalam Keketuaan ASEAN 2023, Indonesia mengusung tiga prioritas pada pilar ekonomi, yaitu recovery-rebuilding, digital economy, dan sustainability. Hasil utama yang paling penting yakni ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas keuangan.

Pemerintah juga telah menyiapkan beberapa acara unggulan dan tonggak pencapaian penting selama rangkaian Keketuaan ASEAN Indonesia dan mengajak para pelaku usaha seperti American Chamber of Commerce (AmCham) untuk mengoptimalkan salah satu event unggulan yaitu ASEAN Creative Economy Business Forum (ACEBF) dengan beberapa program seperti Showcase of Products and Services, Creative Economy Business Summit, dan Business Matching.

“Kami sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah untuk forum bisnis dan investasi selama dua hari ke depan, dan kami menyambut baik kesempatan untuk menunjukkan banyak peluang investasi yang ditawarkan Indonesia. Kami berharap dapat memperdalam hubungan ekonomi antara wilayah dan mengeksplorasi kepentingan bersama,” tutup Menko Airlangga.