Dukung Ekonomi Hijau, OJK Gelar ASEAN Capital Markets Forum (ACMF)

0
835
Dok. OJK

Jakarta, Komite.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku Ketua ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) menggelar ACMF Deputies Meeting yang membahas berbagai inisiatif untuk menjawab tantangan dan mendorong kontribusi Pasar Modal ASEAN terhadap perekonomian kawasan dan pencapaian target ekonomi hijau.

ACMF Deputies Meeting merupakan agenda kegiatan menuju ACMF Chairs Meeting 2023 yang tahun ini diketuai OJK menggantikan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC).

“Saya berharap dengan ditunjuknya OJK sebagai Ketua ACMF tahun ini akan membawa lebih banyak kolaborasi yang dapat membuat ASEAN tumbuh lebih besar dan lebih kuat. Saya berharap suara ASEAN tetap relevan, penting, dan terus didengar secara global. Saya percaya ACMF memainkan peran kunci dalam mewujudkannya,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, (22/02).

Lebih lanjut, Inarno menyampaikan bahwa negara ASEAN terus didorong melakukan berbagai upaya untuk mencapai target pengurangan emisi karbon yang menjadi komitmen nasional yaitu Nationally Determined Contribution (NDCs) dan terus bergerak menuju tercapainya target net zero emission sehingga taksonomi hijau, standar transisi, pasar karbon, dan ekonomi sirkular menjadi inisiatif utama dalam forum kerjasama sektor keuangan ASEAN, dan ACMF adalah salah satu pemain kunci dalam pelaksanaan inisiatif regional ini.

NDCs adalah komitmen sukarela oleh negara-negara pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) berdasarkan prioritas, kapasitas, dan tanggung jawab historis. NDCs merupakan elemen penting dari Perjanjian Paris.

Inarno juga menyampaikan bahwa pertemuan ACMF Deputies Meeting hari ini dan pertemuan ACMF Chair Meeting yang dijadwalkan pada Maret depan akan semakin menegaskan langkah ACMF ke depan untuk lebih berkontribusi pada proses transisi di kawasan ASEAN untuk mendukung target pengurangan emisi karbon menuju pencapaian net zero emission.

ACMF dibentuk tahun 2004 di bawah naungan forum Menteri Keuangan ASEAN yang terdiri dari 10 negara anggota ASEAN yaitu Brunei Darussalam Central Bank (BDCB), Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lao Securities Commission Office (Lao SCO), Securities Commission of Malaysia (SCM), Securities and Exchange Commission of Myanmar (SEC Myanmar), Securities and Exchange Commission of Philippines (SEC Philippines), Monetary Authority of Singapore (MAS), Securities and Exchange Commission of Thailand (SEC Thailand), dan State Securities Commission of Vietnam (SSC Vietnam).

Tujuan ACMF adalah mengembangkan Pasar Modal di kawasan ASEAN yang dalam, likuid, dan terintegrasi dengan fokus pada harmonisasi kerangka pengaturan dalam rangka mencapai integrasi Pasar Modal yang lebih baik di ASEAN.

Kinerja Industri Pasar Modal 

Dalam lima tahun terakhir Pasar Modal berhasil menghimpun dana sebesar Rp1.082.63 triliun yang berasal dari penawaran umum saham dan obligasi/sukuk. Berturut-turut sejak tahun 2018 sampai dengan 30 Desember 2022, dana yang dihimpun sebesar Rp166,06 triliun, Rp166,85 triliun, Rp118,70 triliun, Rp363,29 triliun, dan Rp267,73 triliun.

Selanjutnya, total Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana mengalami perkembangan yang cukup baik yaitu pada akhir tahun 2018 sebesar Rp505,39 triliun, 2019 sebesar Rp542,20 triliun, 2020 sebesar Rp573,54 triliun, 2021 sebesar Rp578,44 triliun, dan per 30 Desember 2022 sebesar Rp504,86 triliun.

Disamping capaian penghimpunan dana, Pasar Modal Indonesia juga berhasil menambah jumlah investor secara signifikan yang tercermin dari total Single Investor Identification (SID).

Jumlah investor mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, yang dapat dilihat dari jumlah SID pada akhir tahun 2018 sebesar 1,62 juta dan tahun 2019 sebesar 2,48 juta. Bahkan pada tahun 2021, jumlah SID meningkat sebesar 93,04% dibandingkan tahun 2020, dari 3,88 juta investor menjadi 7,49 juta investor. Angka ini masih terus bertumbuh hingga menembus 10,31 juta investor per 30 Desember 2022.

OJK akan terus menjaga pencapaian dan stabilitas di Pasar Modal dengan senantiasa meningkatkan perlindungan konsumen.