Peduli Talenta Digital Generasi Muda, Data Academy Sediakan Pelatihan Data Science dan AI  

0
848
Tangkapan Layar Founder Data Academy Nadia Alatas, SKom., EMBA., saat menyampaikan materi dalam Diskusi Panelis di Websummit DataGovAI 2022, Hari pertama, Selasa (22/11/22). Dok. Komite.id/Firli

“Berangkat dengan itu semua, kami mendirikan Data Academy sebagai Learning Center di area Data Science dan AI untuk berbagai kalangan, baik publik, institusi pendidikan, dan juga untuk usaha,”

Jakarta, Komite.id – Founder Data Academy Nadia Alatas, SKom., EMBA., menjadi salah satu narasumber dalam Websummit DataGovAI 2022 di sesi diskusi panelis Day 1 yang mengusung subtema ‘ABCDE Technology Transformation & Disruption’ bagian dari tema utama ‘Interoperability, Integrity & Trust Of Digital Technology Towards Future Economy Recovery & Metaverse’, yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (22/11/22).

Dalam pemaparannya, Nadia Alatas membahas tentang ‘Data Academy Building National Capacity with Data and Technology’. Seperti yang diketahui, saat ini Indonesia masih memiliki kekurangan talenta digital dalam Big data dan AI.

Era Data sebagai akibat dan masifnya adopsi platform digital menuntut kehadiran talenta atau SDM yang mampu mengelola data, salah satu platform jejaring sosial seperti Linkedin mengatakan bahwa, “Data Science Spesialist menjadi salah satu pekerjaan yang paling meningkat dibutuhkan di Indonesia pada tahun ini,” jelas Nadia.

Pun, sektor pemerintahan dan industri sudah mulai merasakan dan melakukan implementasi project di bidang data dalam organisasi terkait peran mendukung kegiatannya. Saat ini, tentu masih terdapat kesenjangan kebutuhan industri dengan ketersediaannya.

Untuk itu, Lanjut Nadia, berbagai inisiatif dari pemerintah maupun swasta melakukan berbagai usaha untuk mengatasi kesenjangan. Berkaitan dengan itu, Kominfo Latih Talenta Digital Sejak Dini untuk Persiapkan 50.000 Data Scientist.

Berdasarkan survey Bank Dunia, melaporkan bahwa kita kekurangan sampai tahun 2030 sekitar 9 juta atau sekitar 600 ribu setiap tahunnya. GAP ini terbagi menjadi dua yaitu GAP dari tenaga kerja yang ada dan GAP dari kurangnya lulusan yang terlatih dari dunia akademisi untuk bisa masuk ke dalam industri. Kondisi tersebut, membuat Indonesia kekurangan data scientist, dibarengi dengan kebutuhan Big data meningkat dan sebagainya.

“Berangkat dengan itu semua, kami mendirikan Data Academy sebagai Learning Center di area Data Science dan AI untuk berbagai kalangan, baik publik, institusi pendidikan, dan juga untuk usaha,” lanjut Founder Data Academy.

Disampaikan Nadia, tujuan didirikannya Data Academy juga untuk membuat sinergi antara institusi pendidikan, industri, pemerintah dalam upaya spirit pengembangan pengetahuan di area Data dan AI. Selain itu, Data Academy juga mendukung program kampus merdeka sebagai program yang dijalankan oleh pemerintah.

Lebih lanjut, Nadia mengungkapkan, Data Academy dibangun dalam upaya mengembangkan sinergi heksa helik dari semua stakeholder yang berperan dalam pengembangan talenta digital. Dimana, pemerintah tentunya ikut berperan bersama industri, institusi pendidikan, professional community serta technology principal.

Telah berkiprah selama tiga tahun, Data Academy telah memiliki berbagai pencapaian di antaranya, terdapat lebih dari 90 kursus, lebih dari 40 Mitra Universitas, lebih dari 2900 Partisipasi Perusahaan, lebih dari 4800 Menerima Sertifikat dan pencapaian lainnya yang telah diraih Data Academy.

Tak hanya itu, Data Academy juga memberikan berbagai program kepada beberapa Universitas, SMA atau pun SMK berupa pelatihan dan Workshop seperti Learning, Training, Sertifikasi, Riset Program dan Talent Deployment. Sementara, di sisi perusahaan Data Academy juga memiliki berbagai macam program mulai dari Training, Workshop, Project, Mentoring dan Sertifikasi.

Lebih jauh, Nadia juga menjelaskan terkait Training Track Program yang dijalankan Data Academy dengan menggunakan tiga pilar utama yakni, Professional Data Engineer, Professional Data Modelling, dan Professional Data Visualization dengan berbagai macam levelling. Di dukung oleh Lembaga Sertifikasi Internasional seperti PASAS yang berbasis di Singapura dan DASCA (Data Science Counsil of America) sebagai salah satu Leading Data Science Certification Institute yang memberikan sertifikasi di bidang Big Data dan Data Science.

Tak cukup sampai disitu, Data Academy juga bermitra dengan Google Cloud dalam memberikan Google Cloud platform untuk melakukan Training di area Cloud. Dalam hal ini, keuntungan yang ditawarkan kepada Universitas dan Industri ialah bisa mendapatkan knowledge dan skill dari berbagai macam bisnis use cases dari industri nyata serta akselerasi proses link and match, juga mempercepat proses penerimaan talent di industri masing-masing.

Dengan berbekal latar belakang yang mumpuni, Data Academy juga menggelar Turnamen Sains Data Nasional 2022 sebagai turnamen tahunan yang melatarbelakangi ‘Semangat Sumpah Pemuda’. “Dengan adanya turnamen ini diharapkan akan muncul anak-anak generasi muda yang sadar akan penguasaan, pengolahan data dan teknologi yang dapat mendorong kemajuan dan kebangkitan ekonomi di Indonesia,” jelas Nadia.

TSDN 2022 yang sedang berjalan ini mengusung tema ‘Implementasi AI dalam Kegiatan Bisnis’. Berbagai solusi menarik telah ditampilkan dari anak-anak muda yang ada mulai dari Anak Sekolah seperti SMA, SMK hingga Universitas, perusahaan dan publik.