Cloud Computing Indonesia Gelar Webinar Solusi Hybrid Cloud untuk Implementasi Industri 4.0

0
795
Potret Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia Alex Budiyanto bersama para narasumber yang menjadi pemateri dalam acara Hybrid Cloud Week 2022, Selasa (23/08).

Siapapun yang ingin bertransformasi ke industri 4.0 juga tidak bisa lepas dari cloud computing,”

Jakarta, Komite.id – Berbicara mengenai industri 4.0, tentu tidak jauh dengan pembahasan   otomatisasi proses menggunakan teknologi artificial intelligence, machine learning dan lain sebagainya. Dalam hal ini, dibutuhkan layanan infrastruktur digital yang memadai sehingga, kondisi ini menjadi tantangan dalam implementasinya. Terkait itu, Cloud Computing Indonesia menyelenggarakan Webinar Hybrid cloud Week 2022 yang dilaksanakan dari tanggal 22-25 Agustus 2022 secara online disiarkan live di Youtube Could Computing Indonesia.

Sebagai informasi, Hybrid cloud adalah solusi gabungan antara public dan private cloud untuk suatu bisnis maupun organisasi yang memiliki kebutuhan infrastruktur IT yang baik dan untuk memenuhi compliances yang diperlukan. Pada acara hari kedua Hybrid Cloud Week 2022, membahas tentang ‘Solusi Hybrid Cloud untuk Implementasi Industri 4.0’.

Sejak diluncurkan secara resmi tahun 2018, Kementerian Perindustrian telah mengimplementasikan industri 4.0 kepada sektor industri manufaktur melalui berbagai upaya. Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita menjelaskan program-program yang dijalankan Kementerian Perindustrian terhadap implementasi industri 4.0., salah satunya program Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

“Program ini untuk memberikan asesmen kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri manufaktur dalam mengimplementasikan industri 4.0,” tutur Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin, dalam acara Hybrid Cloud Week 2022, melalui siaran langsung di channel Youtube Cloud Computing Indonesia, Selasa (23/08).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Industri (OPTIKJI) Kementerian Perindustrian Heru Kustanto menerangkan bahwa salah satu komponen dari program INDI 4.0 itu berkaitan dengan penyimpanan data, sehingga cloud computing menjadi bagian di dalam indikator INDI 4.0.

“Siapapun yang ingin bertransformasi ke industri 4.0 juga tidak bisa lepas dari cloud computing,” jelas Heru Kustanto.

Disampaikan Kepala Pusat OPTIKJI bahwa tujuan dari manfaat penerapan teknologi industri 4.0 ingin mendapatkan efisiensi, ingin mendapatkan produktivitas dari implementasi industri 4.0 dengan bagaimana revolusi industri ini meningkatkan efisiensi dari operasi.

Heru Kustanto menjelaskan skema yang dilaksanakan Kementerian Perindustrian dalam Making Indonesia 4.0, berawal dari Train melakukan Awareness, training dan sertifikasi, Assessment INDI 4.0 untuk menuju industri 4.0, Support melakukan insentif pemerintah untuk implementasi industri 4.0, Formalize melakukan pendampingan untuk membuat sistem operasi pabrik yang terstandar dan Monev melakukan monitoring dan evaluasi pelaku industri.

Selanjutnya, menurut Solution Architech Alibaba Cloud Egi Tanujaya pemanfaatan cloud computing tidak hanya dari infrastruktur saja, tetapi juga penyediaan aplikasi. Menurut Egi, jika membahas ZStack maka akan berkaitan dengan Hybrid. Hybrid sendiri diartikan sebagai penggabungan antara on-premise data center para pengguna dengan cloud. Dalam hal ini, penggabungan dilakukan secara bermacam-macam, salah satunya dapat menggunakan VPN. Pada dasarnya, cloud sendiri memiliki tiga bagian layanan, di antaranya Infrastructure-as-a-Service (IaaS), Platform-as-a-Service(PaaS) dan Software-as-a-Service(SaaS).

Selain pelayanan tersebut, Alibaba cloud menghadirkan solusi layanan NLP dengan melakukan Address Parsing, Automated Warehouse yang biasa disebut AGV sebagai robot yang bergerak otomatis membantu memudahkan dalam proses kerja dan lain segainya.

Country Manager Indonesia ZStack International David Sugandi memaparkan solusi-solusi yang dihadirkan ZStack dalam mendukung implementasi industri 4.0 di Indonesia. Dengan membahas topik tentang bagaimana ZStack Solution dapat membantu bukan hanya sekadar proses transformasi, tetapi juga mengakselerasi hal tersebut secara lebih cepat.

“Tujuan itu memang kita ingin membuat Indonesia industri 4.0 itu bisa secepat mungkin, sebaik mungkin dan semaksimal mungkin,” jelas David.

Dalam mengimplementasi Indonesia industri 4.0, ZStack menghadirkan layanan Software Multi-cloud management, membangun cloud native platform dan yang baru ditambahkan ZStack VDI sebagai leading technology VDI (Infrastruktur Desktop Virtual). Sehingga ini merupakan layanan lengkap yang bisa membangun private cloud dan hybrid cloud.   

Mengutip Intel.co.id, VDI merupakan metode untuk memberikan ruang kerja tervirtualisasi terpusat pada perangkat klen secara terskala. Hal ini berarti VDI mengacu pada abstracting dan hosting banyak sesi desktop virtualisasi pada server back-end yang terpusat. Desktop virtual ini kemudian dapat diakses oleh pengguna melalui endpoint klien tipis. (Perangkat klien tipis umumnya adalah PC yang hemat biaya dengan perangkat keras yang minim, dirancang untuk satu tugas atau beberapa fungsi.

Tujuan acara ini untuk meningkatkan literasi terkait manfaat dari Hybrid cloud dan diharapkan dapat menjadi sarana kolaboratif dalam peningkatan pengetahuan dan implementasi teknologi dalam implementasi industri 4.0 dan transformasi digital pada sektor finansial, sektor manufaktur dan kesehatan di Indonesia.

 

 

 

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.