Ini Strategi GDPS Hadirkan Inovasi Teknologi

0
149
Potret Direktur Utama Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) Mohamad Arif Faisal dan Direktur Bisnis dan Operasi GDPS Rachmad Arif Binantoro, saat menjadi pembicara dalam kegiatan JMW 2022, Sabtu (21/05).

Jadi tiga strategi ini lah yang kita gunakan sehingga sekarang proporsional kami awalnya dari 0,3% sekarang sudah menajdi 28% hanya dalam waktu satu setengah tahun ini,”

Jakarta, Komite.id – PT. Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) mengikuti kegiatan Jakarta Marketing Week 2022 kali pertamanya sebagai bentuk inovatif dalam bidang marketing di tengah situasi pandemi COVID-19. Sebagai Direktur Bisnis dan Operasi PT GDPS, Rachmad Arif Binantoro mengungkapkan tujuan GDPS ikut serta dalam acara marketing bergengsi tahunan yang diadakan Markplus, inc.

“GDPS mengikuti kegiatan JMW 2022 bertujuan untuk memperkenalkan produk, layanan dan service high quality yang dimiliki oleh GDPS, baik untuk corporate maupun retail,” kata Rachmad.

Dalam acara tersebut, Rachmad menuturkan bahwa GDPS melakukan transformasi bisnis yang tadinya sebagai Labour Outsourching (LO) kini menjadi Business Process Outsourching (BPO). “Saat ini kita (GDPS) memiliki target pekerjaan, bukan lagi target penyediaan. Untuk menuju ke arah tersebut maka banyak sekali infrastruktur yang harus diubah,” ucap Direktur Bisnis dan Operasi PT GDPS kepada Komite.id.

Rachmad menjelaskan bahwa terdapat tiga strategi yang dilakukan GDPS. Hal pertama ialah dengan ber transformasi pada human capital. Kedua, melakukan perubahan pada proses bisnis dengan membuat aplikasi-aplikasi sekitar 13 aplikasi. Dan ketiga, bidang marketing yang semakin ditingkatkan.

“Jadi tiga strategi ini lah yang kita gunakan sehingga sekarang proporsional kami awalnya dari 0,3% sekarang sudah menajdi 28% hanya dalam waktu satu setengah tahun ini,” jelasnya.

“Untuk kedepannya, kami akan terus meningkatkan proporsi dengan tetap mengunggulkan teknologi yang kami miliki. Kami juga tidak akan lupa untuk senantiasa memperkuat fundamental kompetensi yang sudah kami punya, terutama dari orangnya. Sehingga orang tersebut dibantu dengan teknologi yang kami punya agar dapat memberikan manfaat,” lanjutnya.

Sementara untuk ke depannya, Rachmad menjelaskan bahwa GDPS selain ada B2B juga ada B2C. “Kami sedang merintis platform untuk jasa Facility Management tingkat rumah dan perkantoran kecil. Karena kami melihat bahwa tren WFH ke depan akan semakin meningkat. Karena orang-orang akan lebih suka bekerja dari rumah. Dan ketika di rumah tidak memiliki waktu bersih-bersih, ataupun ada perbaikan. Maka disini lah kami hadir,” tutur Direktur Bisnis dan Operasi PT GDPS.

Selain itu, GDPS juga membuka kesempatan bagi para profesional di bidang pemasaran untuk berkolaborasi bersama ke depan. Dari hasil kolaborasi tersebut, nantinya tenaga profesional tersebut ditujukan untuk membantu klien maupun internal GDPS.

Pada intinya, untuk dapat terus melakukan inovasi, penting bagi setiap perusahaan untuk fokus pada core bisnis masing-masing agar dapat mengikuti tren perkembangan teknologi yang semakin canggih.

“Tetap konsisten dan tetap memegang visi yang ingin di dirikan. Kemudian selalu adaptif, mau mempelajari suatu hal yang baru dan selalu mencari pembeda,” imbuhnya.

Sebagai informasi, GDPS juga melakukan inovasi teknologi tata udara di rumah sakit yakni indoor air engineering menghadirkan beyond fresh. Beyond fresh adalah sebuah sistem sirkulasi udara yang diadopsi dari teknologi ruangan kabin pesawat terbang untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di dalam ruangan.

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.