KT Korea Selatan Dan Shinhan Bank Sepakat Melangkah Ke Metaverse

0
875
Photo by : Pixabay.com

Adanya kesepakatan tersebut menandai dan mengakhiri aliansi modal antara KT dan Docomo yang awalnya dibentuk pada tahun 2005, meskipun KT sempat berencana untuk melanjutkan kolaborasi dalam bisnis seluler.

JAKARTA, Komite.id – Perusahaan telekomunikasi terbesar di Korea Selatan KT dan Shinhan Financial Group mengumumkan telah menandatangani kesepakatan hubungan bisnis digital serta kepemilikan silang komprehensif yang akan menampilkan peluncuran layanan keuangan dalam metaverse.

KT berencana membeli saham di pasar untuk mengambil saham sekitar 2,1% di Shinhan berdasarkan kesepakatan yang diumumkan pada Senin, (17/01). Berkaitan dengan itu, anak perusahaan Shinhan Bank mengakuisisi sekitar 5,5% saham di KT dengan membeli saham yang dimiliki oleh operator nirkabel Jepang NTT Docomo. Setiap pembelian biaya diperkirakan mencapai 437,5 miliar won ($ 366 juta).

Kolaborasi ini bertujuan untuk melawan ekspansi pada layanan keuangan oleh raksasa teknologi Korea Selatan Naver dan Kakao, sementara persaingan dengan pemberi pinjaman besar tradisional telah meningkat. Adanya kesepakatan tersebut, mencakup 23 proyek bersama yang akan menjadi aliansi modal pertama di antara pemain telekomunikasi dan perbankan utama. Bahkan, digitalisasi cabang bank juga ikut mengalami hal yang serupa.

“Kami berharap dapat memperkenalkan berbagai model DX (pengalaman digital) keuangan berdasarkan sinergi dengan kelompok keuangan top Korea dan perusahaan platform digital terbesar. Kami akan membuka paradigma baru untuk pertumbuhan DX,” ungkap Park Jong-wook, kepala divisi perencanaan bisnis KT, dalam sebuah pernyataan Telecoms.

Melihat proses kemitraan ini berjalan, KT mengatakan akan menggunakannya sebagai proyek referensi untuk membantunya membangun bisnis platform global dalam upaya memenangkan kesepakatan serupa lebih jauh.

Dalam hal ini, KT menerangkan pihaknya berencana untuk mengintegrasikan infrastruktur keuangan Shinhan ke dalam platform metaverse-nya, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hadiah ketika mereka bertransaksi dengan merek dan mitra pihak ketiga. Ini juga akan menawarkan portal ke platform metaverse Shinhan sendiri dan sebaliknya.

Sedangkan penggunaan metaverse, infrastruktur pembayaran Shinhan akan diintegrasikan dalam ruang virtual KT. Para mitra juga akan menyiapkan dana untuk mendukung startup dan bersama-sama mengembangkan robot layanan pelanggan dan sistem call center berdasarkan kecerdasan buatan (AI) pengenalan suara.

KT berharap bahwa ikatan dengan Shinhan akan menawarkan kesempatan untuk memenangkan lebih banyak pesanan pengembangan sistem. Kesepakatan tersebut menandai dan mengakhiri aliansi modal antara KT dan Docomo yang awalnya dibentuk pada tahun 2005, meskipun KT sempat berencana untuk melanjutkan kolaborasi dalam bisnis seluler.

Selain itu, KT dan Shinhan juga menjajaki kemungkinan meluncurkan layanan real estat komersial di metaverse. Namun, hal ini dapat diartikan bahwa calon penyewa dapat melihat versi digital properti atau mereka dapat menggunakan augmented reality untuk melapisi tampilan langsung dengan informasi yang berguna tentang lingkungan dan berbagai biaya, seperti biaya pemeliharaan dan tagihan energi dan sebagainya.

Tak hanya itu, penggunaan AI juga menonjol dalam perjanjian keduanya. KT Corp telah bekerja keras dalam Natural Language Processing (NLP) untuk mendukung solusi AI Contact Center (AICC).  Sebagai informasi, sebuah perusahaan dapat menggunakan AICC untuk membantu mengarahkan perwakilan layanan pelanggan ke solusi yang tepat atau sebagai pusat kontak yang sepenuhnya otomatis melayani interaksi dengan pengguna akhir. Berdasarkan kesepakatan dengan Shinhan, KT berharap untuk mengembangkan solusi AICC yang menggabungkan data bank berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan interaksi pelanggan.

Lebih jauh, KT dan Shinhan juga berencana ingin menyimpan berbagai dokumen elektronik dan sertifikat di blockchain. Penyebab rencana tersebut tidak dijelaskan, namun hal itu untuk mengurangi banyaknya aturan yang harus dilewati pelanggan untuk membuktikan bahwa mereka memiliki izin untuk mengakses dokumen-dokumen tersebut. Kedua perusahaan juga mempertimbangkan untuk meluncurkan pertukaran aset digital, yang akan memungkinkan pelanggan berdagang di berbagai token, termasuk NFT.

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.