Teknologi AI Tingkatan Produktivitas 7 Sektor Menuju Industri 4.0

0
334

Jakarta, Komite.id-  Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier menilai teknologi kecerdasan artifisial  (AI)  merupakan bagian terpenting dalam meningkatkan produktivitas di tujuh sektor prioritas menuju era revolusi industri 4.0. Sebelumnya, implementasi Making Indonesia 4.0 menitikberatkan pada lima sektor, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik.

Namun di tengah pandemi Covid-19, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menambah dua sektor lagi sebagai pionir, yakni industri farmasi dan alat alat kesehatan. Langkah ini sebagai komitmen dari pemerintah Indonesia untuk memperluas penerapan industri 4.0. Sebab, saat ini sektor tersebut sedang mengalami permintaan yang sangat tinggi. Sementara itu, lima sektor prioritas tersebut sudah berkontribusi ekonomi dari sektor industri sekitar 60 persen.

” Kalau kita lihat terminologi yang sederhana, AI adalah mengganti fungsi manusia atau mesin menjadi lebih digital. Jadi artinya ada machine languange yang dihasilkan dan semua data analytic bisa diproses sehingga pengambilan keputusan lebih cepat dan antisipasi kebutuhan demand di market,” ungkan  Taufiek  Bawazier  dalam webinar yang digelar oleh Asosiasi Big Data & AI (ABDI) bersana Huawei Indonesia dengan tema Strengthening Research & Innovation with AI to Foster Economic Recovery, pada Rabu (19/08).

Terkait perkembamgan riset dan inovasi, Taufiek membagi menjadi dua bagian yakni riset untuk riset dan riset untuk indsustri. Kami lebih fokus pada riset untuk membangun ekonomi. Pasalnya, dengan teknologi AI dapat meningkatkan produktivitas, menyerap tenaga kerja serta meningkatkan skill yang tinggi sehingga ekspor dan PDB ikut naik serta pajak yang besar sehingga dapat membiayai ekonomi Indonesia kedepan.

Diketahui, pemerintah telah berinisiatif untuk mempercepat pembangunan industri memasuki era industri 4.0 dengan sasaran utama menjadikan Indonesia sebagai 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.Tentunya percepatan ini juga akan membutuhkan kesiapan dari SDM kita, kesiapan industrinya dengan ditopang ketersediaan SDM yang kompeten.

“Knowledge harus ditingkatkan lagi sebab dari sisi industri memang membutuhkan orang orang atau  SDM yang adaptable terhadap perkembangan teknologi informasi khususnya teknologi AI yang tengah kita bahas dalam webinar ini.. Kita bisa lebh selektif terhadap  SDM tersebut demi kepentingan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia mengatakan, Huawei berkomitmen  membantu keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan transformasi digital dan penguatan ekonomi melalui inovasi-inovasi berbasis Cloud, Kecerdasan Artifisial (AI), 5G, dan Huawei Mobile Services (HMS).

“Huawei meyakini bahwa ekosistem industri Kecerdasan Artifisial  yang kuat akan berperan penting dalam mewujudkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial , serta meningkatkan inovasi dan pendayagunaannya yang bermanfaat bagi Indonesia di era yang serba cerdas,” jelas dia. (red)

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.