Indonesia Butuh Setahun Buat Vaksin Corona

0
471

Jakarta, Komite.id- Menteri Riset dan Teknologi/Kepaa Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Konsursium Riset untuk Coronavirus Disease (Covid)-19, telah mengembangkan dua jenis Tes Kit yaitu PCR Diagnostic Test dan Tes Non-PCR atau Rapid Test.

Bambang menyampaikan, progres riset dan inovasi untuk Tes Kit yang berbasis PCR, sudah sangat baik. Dalam waktu dekat, Tes Kit berbasis PCR yang diinisiasi Konsorsium melalui BPPT tersebut diperkirakan sudah bisa selesai.  “Kami sudah mendapatkan dukungan dari Libang Kesehatan untuk mengembangkan tes tersebut, dan tidak dalam waktu lama ini sudah bisa dipakai,” ujar Bambang saat Konferensi Pers di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (6/4).

Bambang melanjutkan, dalam waktu dekat atau kurang lebih dari 1 bulan ke depan, BPPT juga akan mengembangkan Mobile Tes Kit yang berbasis PCR. Mobile Tes Kit ini akan semacam mobile laboratorium Bio Safety Level (BSL) 2, terutama untuk mendukung pemeriksaan swab test atau PCR yang dilakukan di tempat-tempat yang belum dilengkapi dengan laboratorium setara BSL 2.

“Mudah-mudahan inovasi seperti ini akan sangat membantu yaitu kita sudah membuat alat Tes Kit-nya dan dibuat dalam bentuk yang mobile,” kata Bambang.

Sedangkan Tes Kit untuk Rapid Test yang berbasis antigen, Mantan Menteri Bappenas tersebut juga memperkirakan, perkembangannya hanya akan memakan waktu 1 sampai 2 bulan. Dalam waktu tersebut, Bambang memperkirakan Tes Kit Rapid Test bisa diproduksi sebanyak 100.000.

“Sambil tentunya gugus tugas berusaha mendatangkan Rapid Test dari luar negeri. Tetapi dalam 1-2 bulan ini, insyallah tim yang dipimpin oleh BPPT bisa segera memproduksi sampai 100.000 Rapid Test,” ujarnya.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.