Bandung, Juli 2025 — Chairman Asosiasi Big Data & AI Indonesia (ABDI), Dr. Rudi Rusdiah, melakukan kunjungan resmi ke Universitas Nurtanio (UnNur), Bandung, untuk bertemu langsung dengan Rektor UnNur, Marsma TNI Prof. Dr. Ir. Rudy Gultom. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir jajaran pimpinan universitas seperti Dekan Fakultas Ilmu Teknologi dan Informatika (FITI), Direktur Nurtanio Innovation Center (NIC), serta delegasi dari PT Jagat Bali Lestari (JBL) yang merupakan mitra strategis ABDI dalam pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Data Center (DC).
Dalam kunjungan tersebut, pihak Universitas Nurtanio (UnNur) Bandung dihadiri langsung oleh Rektor UnNur, Marsekal Pertama TNI Prof. Dr. Ir. Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc., CEH., CIQaR., I.P.M., ASEAN Eng., beserta jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor (Warek), para Dekan fakultas, serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan Universitas Nurtanio.
Kunjungan ini membahas dua agenda penting: kontribusi akademik dalam forum nasional ABDI dan penjajakan kolaborasi strategis pembangunan AI Mobile Data Center di wilayah Bandung.
Agenda Pertama: Kontribusi Universitas dalam Ekosistem Nasional AI dan Data Governance
Dalam pembicaraan, Dr. Rudi Rusdiah menyampaikan undangan resmi kepada Rektor UnNur untuk berkontribusi sebagai penulis artikel dalam Buku ke-8 ABDI tahun 2025 yang bertajuk “Data Protection, Cyber Security, AI Infrastructure & Governance 2025”, dengan subjudul “Navigating the Digital Disruptive Times.” Buku tersebut akan diluncurkan dalam rangkaian acara nasional dan diharapkan menjadi referensi penting dalam pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
Tak hanya itu, ABDI juga mengundang Rektor UnNur untuk menjadi panelis dalam dua event besar ABDI:
- ABDI Summit 2025 DataSecurAI/SDI/GovTechAIyang akan digelar pada 2 dan 4 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, serta secara hybrid via Zoom.
- DataGovAI & Grand Launching Buku + Anugerah Awards 2025yang direncanakan berlangsung pada 11 dan 13 November 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, dengan tema besar “AI Leadership.”
Agenda Kedua: Pembangunan AI Mobile Data Center di Kawasan Bandung
Agenda kedua dalam kunjungan ini adalah penjajakan kolaborasi pembangunan AI Mobile Data Center (DC) berbasis container 40 kaki, bekerja sama dengan PT Jagat Bali Lestari (JBL). Hadir dalam pembahasan ini antara lain Direktur JBL, Jay Lin dari Taiwan; Mr. Chen dari Shanghai; Irawan Susanto selaku Presiden Direktur JBL; dan Khen sebagai Project Manager JBL. Turut mendampingi dari ABDI adalah FX Winarto, Deputi Sekretaris Umum.
Rektor Universitas Nurtanio menyambut baik rencana kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan kampusnya untuk menyediakan lahan strategis di depan Bandara Husein Sastranegara, yang dinilai sangat potensial karena dekat dengan pusat kota, pemerintahan, dan dikelilingi lebih dari 400 perguruan tinggi di Bandung.
PT JBL awalnya merencanakan pembangunan AI DC Mobile di Batam, namun batal karena tarif listrik yang tinggisebesar Rp 1.800/kWh. Alternatif saat ini mengarah ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Jawa Tengah, yang menawarkan tarif listrik Rp 1.000/kWh, jauh lebih efisien untuk kebutuhan AI DC.
Rencana AI DC ini sangat ambisius, mencakup investasi 375 server GPU H200, masing-masing berisi 8 GPU, sehingga total GPU mencapai 3.000 unit dalam satu container. Kebutuhan listriknya diperkirakan mencapai 12 megawatt, jauh di atas kebutuhan Data Center konvensional, karena AI DC memerlukan energi besar untuk proses machine learning training dan AI inferencing.
Rencana Summit AI DC Bandung dan Dukung Infrastruktur Investasi
Untuk mendukung kolaborasi ini, ABDI berencana menyelenggarakan Summit AI Data Center di Aula Universitas Nurtanio sekitar 5 Oktober 2025, dengan mengundang stakeholder seperti PLN Wilayah Bandung, Pemkot Bandung, serta berbagai institusi pemerintah dan swasta.
ABDI juga mendorong agar pemerintah daerah dan pusat memberikan dukungan berupa:
- Tarif listrik khusus untuk AI DC
- Fasilitas tax incentive & tax holiday
- Kemudahan impor server dan perangkat DC melalui Bea Cukai
“Kolaborasi ini bukan hanya soal membangun infrastruktur, tapi menciptakan ekosistem AI Indonesia yang kuat dari hulu ke hilir — dari kampus, industri, hingga kebijakan publik. Universitas Nurtanio dan Kota Bandung punya potensi besar untuk menjadi pusat AI nasional,” Dr. Rudi Rusdiah.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi ABDI dalam memperluas kemitraan strategis antara dunia akademik, industri, dan pemerintah. Bandung sebagai kota pelajar dinilai sangat siap menjadi pusat transformasi digital berbasis AI melalui kolaborasi konkret antara UnNur, ABDI, dan mitra teknologi seperti JBL dari Taiwan dan China.