Hongkong, Komite.id – 15 October 2026 – Hong Kong Electronics Fair 2026 edisi Autumn diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) tahun ini mengangkat Emerging atau Frontier technology terbaru yang belum pernah diangkat oleh pameran Elektronik atau IT sebelumnya yaitu Teknologi Quantum Computer.
Robopark bersebelahan dengan Future Industries Zone mendorong 5 tema kunci teknologi terdepan atau yang sedang berkembang yang didukung oleh HKPC (HK Production Council). Zona ini berfokus pada lima tema kunci: Komputasi Masa Depan, Manufaktur Masa Depan, Teknologi Kelautan & Kuantum Masa Depan, Mikroelektronika Masa Depan, dan Kesehatan Masa Depan.
ABDI mengunjungi Booth QC (Quantum Computing) di Future Electronics, dimana HKPC berkolaborasi dengan sebuah perusahaan yang mengembangkan riset Quantum Computing yaitu SpinQ di Shentzen, yang menggunakan teknologi Superconducting QC.
Komputasi kuantum (QC) menandai pergeseran mendasar dalam pemrosesan informasi. Komputasi berbasis bit klasik (nol dan satu) kini telah mencapai batas fisiknya pada skala 2 nm, sementara qubit (quantum bit) memanfaatkan superposisi dan keterikatan (entanglement) untuk memanipulasi ruang komputasi yang bersifat eksponensial. QC menawarkan terobosan baru di bidang kriptografi melalui algoritma kriptografi pasca-kuantum (PQC) serta dalam ilmu material dan kecerdasan buatan (AI), dengan menyelesaikan berbagai masalah yang tidak mungkin dipecahkan oleh komputasi bit klasik. QC tidak menggantikan metode komputasi berbasis GPU, melainkan memperluas batasan dari apa yang dapat dihitung.
Komputasi kuantum (QC) berbasis superkonduktor diakui secara luas sebagai jalur rekayasa yang paling dapat diskalakan. Dengan memanfaatkan sirkuit superkonduktor tanpa hambatan listrik serta sambungan Josephson (Josephson junction) pada suhu kriogenik (di bawah –200°C), arsitektur ini memungkinkan pengendalian qubit yang presisi dan dapat dirancang sesuai kebutuhan. Pergerakan kolektif elektron membentuk keadaan kuantum antara 0 dan 1, yang dimanipulasi melalui pulsa gelombang mikro. Pendekatan ini diuntungkan oleh proses fabrikasi yang telah matang serta kompatibilitas dengan manufaktur semikonduktor berskala nanometer yang sudah ada saat ini.
Kemajuan dalam koherensi dan fidelitas gerbang (gate fidelity) telah mengubah sistem superkonduktor dari sekadar teori ilmiah menjadi realitas rekayasa dan komersialisasi. Hal ini mencakup integrasi desain cip dengan arsitektur kriogenik, yang menggeser fokus dari sekadar mewujudkan qubit menuju pencapaian utilitas kuantum (quantum utility). Penelitian terkini pada perangkat keras kuantum yang telah mencapai skala 10³ (seribu) qubit mampu menjalankan algoritma terverifikasi untuk menghitung struktur molekul. Kinerjanya tercatat lebih dari 13.000 kali lebih cepat dibandingkan superkomputer klasik tercepat saat ini maupun klaster superkomputer berbasis GPU tercanggih.
Sebagai contoh, untuk menjalankan algoritma Out of Time Ordered Correlator (OTOC), superkomputer tercepat membutuhkan waktu 3,2 tahun, sementara komputasi kuantum hanya memerlukan waktu 2,1 jam.
SpinQ berfokus pada optimalisasi fabrikasi perangkat, algoritma pengendalian, dan arsitektur sistem, dengan tujuan mempercepat industrialisasi komputasi kuantum menuju “Q Day”. Seri SQC dari SpinQ menawarkan masa hidup qubit yang panjang, fidelitas tinggi, serta dukungan untuk koreksi kesalahan kuantum (quantum error correction) dan gerbang parametrik. Sistem ini dapat diskalakan hingga 10³ qubit melalui model SpinQ S100, dengan tingkat fidelitas gerbang qubit tunggal mencapai 99,5% (menengah) hingga 99,9% (maksimum).
QUANTUM COMPUTING (QC) & PQC (POST QUANTUM CRYPTOGRAPHY)
Sebagai anggota Task Force PQC Migration yang diampu oleh BSSN (Badan Siber & Sandi Negara) maka perkembangan baik QC maupun PQC menjadi sangat penting dan topik diskusi di stand SpinQ di HKEF 2026. Artikel ini melihat bagaimana perkembangan QC bukan di AS atau di China (Beijing), namun di Hongkong, HK Electronics Fair 2026 (autumn edition) untuk pertama kalinya menghadirkan perusahaan QC, SpinQ bekerjasama dengan HKPC.
Perkembangan QC di SpinQ menurut staf SpinQ sudah mencapai 103 Qbit, namun dibutuhkan ribuan Qbit untuk dapat menjalankan Shor Algoritma untuk melakukan Cryptanalysis, proses membobol sebuah password atau RSA encryption dari sebuah ATM perbankan misalnya oleh seorang hacker dengan Brute Force Attack (BFA) tanpa melalui proses social engineering untuk mendapatkan encryption key nya. Nah ini dimungkinkan jika QC sudah matang, stabil dalam hal error corrections nya, jumlah Qbitnya meningkat dikenal dengan Q-Day ? Diprediksi Q-Day ini akan terjadi pada tahun 2030-2035, namun ada yang mengatakan 2029 sudah dimulai. Yang dikhawatirkan adalah jika para hacker menggunakan strategi HNDL (Harvest Now, Decrypt later) alias membobol dan mencuri data sekarang dan melakukan cryptanalytics saat QC sudah ready. Saat ini IBM dan Google sudah menyediakan jasa QCaaS (QC as a Service) yang dapat digunakan untuk tujuan baik maupun jahat.
Semoga Indonesia juga mempunyai perusahaan yang melakukan riset dan mengembangkan QC, karena Singapura, Hongkong, Korea, Jepang, Taiwan sudah memulainya sejak 5 tahun sampai 10 tahun yang lalu, sedangkan Indonesia baru mengembangkan Task Force PQC nya untuk menyiapkan Migrasi dari system cryptography classic RSA & ECC yang digunakan misalnya di perbankan menuju PQC ready encryption.
BENCHMARKING SPINQ DENGAN IBM, GOOGLE QUANTUM, SUPERCOMPUTER 
IBM QC melalui QPU (Quantum prosesor) Heron (133–156 qubit) & Nighthawk (120 qubit), IBM fokus pada metrik EPLG (Error Per Layered Gate) dan MCPS (Circuit Layer Operations Per Second / throughput). IBM menggunakan infrastruktur modular kriogenik untuk merangkai beberapa chip QPU menjadi satu sistem terintegrasi.
Google Quantum AI
Google memanfaatkan prosesor superkonduktor Willow (105 qubit). Pada tugas sampling, prosesor Willow terbukti bekerja sekitar 13.000 kali lebih cepat dibandingkan superkomputer klasik terkuat di dunia.
SuperComputer Klasik LineShine Tiongkok & Frontier AS
Berdasarkan pemeringkatan TOP500, posisi puncak dipegang oleh superkomputer kelas exascale seperti LineShine dari Tiongkok atau sistem seperti Frontier dan El Capitan dari AS) yang mencatatkan kinerja di kisaran multi-petaflops hingga ribuan petaflops (mencapai orde Exaflops untuk komputasi AI/HPC).
Untuk tugas umum (general-purpose computing), superkomputer klasik jauh lebih unggul, stabil, dan akurat karena memiliki sistem koreksi kesalahan yang matang. Namun, untuk simulasi molekuler, optimasi kompleks, kriptografi, dan random circuit sampling, QC dengan 100+ qubit mampu memecahkan masalah dalam hitungan detik yang jika dikerjakan superkomputer klasik membutuhkan waktu ribuan tahun (keunggulan eksponensial).
Arsitektur kelas atas NVIDIA GB200 NVL72 menggabungkan 36 CPU Grace dan 72 GPU Blackwell menghasilkan performa komputasi AI hingga 1,4 Exaflops dengan kapasitas memori terpadu mencapai 13,5 TB.
Dalam ekosistem riset modern saat ini, kedua teknologi ini justru berjalan secara hibrida (misalnya melalui platform CUDA-Q atau Qiskit), di mana klaster GPU NVIDIA bertindak sebagai pengendali klasik dan pengolah koreksi kesalahan untuk sirkuit kuantum di dalam cryostat.
ABDI akan menyelenggarakan DataGovAI 2026 Summit, Nominasi Awards Ceremony & Grand Book Launching Ceremony pada tanggal 18 November 2026 mulai jam 12:00-16:30. Acara diselenggarakan hybrid dengan online zoom silahkan join. Acara juga diselenggarakan offline atau onsite di MNC Conference Hall, iNews Tower dengan undangan khusus (by invitation only) & silahkan daftar untuk mendapatkan konfirmasi dari ABDI.
Klik untuk mendaftar online: https://forms.gle/xFEJhLXoppWM9USb7 atau hubungi ABDI: sekretariat@abdi.id untuk undangan konferensi offline.





