120+ Humanoid Robot & Robodog hadir di RoboPark HK Elektronic Fair 2026

0
8

Hongkong, Komite.id – 14 October 2026 – Hong Kong Electronics Fair 2026 edisi Autumn diselenggarakan oleh the Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) berjalan selama 4 hari, semakin focus pada AI Robotics, dimana Robopark tahun ini menggelar 120+ lebih perusahaan AI Robotics yang semakin besar dan matang dibandingkan Robopark pada HKEF (Spring) 2026 dan HKEF 2025. Majoritas perusahaan robotics dari mainland China antara lain Shenzhen & Guangzhou di Provinsi Guangdong dan dari Beijing.

Sorotan utamanya adalah RoboPark yang diperluas dan diikuti lebih dari 120 perusahaan AI Robotics, yang tidak hanya menampilkan teknologi robotika AI terkini dan semakin matang, tetapi juga penerapannya yang kian berkembang dalam kehidupan sehari-hari, maupun di berbagai sektor industri. Tahun lalu majoritas Robot menampilkan kapabilitas untuk bisa menerima perintah dengan Bahasa manusia era LLM dan Generative AI. Pada Robopark tahun ini menampilkan AI robot yang semakin matang, misalnya melakukan gerakan manusia atau anjing yang sangat reliable dan stabil sebagai AI Agent dan Physical AI. Menurut HKTDC sebagai anggota inti dari Go Global Task Force yang dipimpin oleh pemerintah Hongkong,  menghadirkan GoGlobal Connect Zone. Zona ini menyediakan layanan konsultasi dan dukungan praktis untuk membantu perusahaan—khususnya yang berasal dari Tiongkok Daratan—dalam melakukan ekspansi internasional melalui Hong Kong. Hal ini sekaligus memperkuat peran Hong Kong sebagai platform untuk ekspansi global, dengan memanfaatkan keunggulannya sebagai penghubung utama (superconnector) dan penyumbang nilai tambah yang signifikan (super value-adder).

Begitu banyak Robotics aplikasi yang dapat dijumpai seperti Robot untuk membuat kopi, popcorn dan memasak; Robot untuk memijat dan Robot untuk membantu pasien di rumah sakit; robot untuk patrol dan satpam. Berikut beberapa AI Robotics yang sempat kami kunjungi antara lain:

  1. Robot dari YYD Robo– Shenzhen Xiaoyong 365 Technology Co. Ltd: Fokus pada robot perawatan, kesehatan dan pendampingan (companionship) usia lanjut hingga anjing yang lucu sebagai teman dengan berbagai macam pilihan:

Di Stand YYD Robo ini juga menggelar  Robot untuk Logistik FD!0 Light Factory Handling Robot dan Security Patrol Robot dan robot robot aplikasi lainnya.

2. R2C2 Embodied AI Robot Brain (Sistem Module):  Module ini dapat ditempelkan pada berbagai merek robot pada contoh dibawah ini ada Boston Dynoamics, Deep Robotics dan hampir semua merek robot yang ada. Module ini dapat di program dan digunakan untukb berbagai macam aplikasi misalnya patrol Rumah Sakit, Airport, Pembangkit Listrik dll.

  1. DEEP Robotics – Flagship Performance to response to any obstacle

Model Jueying X30 adalah Quadruped atau robodog dapat bergerak cepat naiki tangga dan mendaki 45 derajat. Cocok untuk pekerjaan inspeksi, patrol dan security pada segala macam medan yang sulit mendaki batu-batuan, anak tangga dan lainnya serta daerah yang berbahaya bagi manusia.

Selain Deep Robotics juga LENOVO membuat robodog untuk inspeksi dan patrol, sebagai berikut:

  1. Lenovo Hongkong memperagakan Robdog di Robopark, HK.Lenovo pembuat PC Notebook hingga server, kini juga membuat Robodog untuk patrol pabrik, PLTU (pembangkit listrik) dan juga memeriksa meter air dari Perusahaan Air Minum (PAM)
  1. Galileo – Bionic Legged Explosion Proof Robodog for High Risk Mission

Intelligent Quadruped (Robodog) oleh Galileo (Tianjin) Technology Co Ltd dari Tianjin, China ini ada dalam berbagai versi yang kakinya pakai roda… bisa naik tangga dan jalannya sangat cepat didaerah yang agak rata. Sedangkan robot yang kakinya tanpa roda lebih murah & bisa berlari didaerah yang berbatuan dan sangat tidak rata.

Beberapa aplikasi Galileo sebagai berikut:

6.XEROPTIX – Physical AI – From Understanding the world, Acting & Changing

Xeroptix berfokus pada teknologi, litbang (R&D), serta penerapan industri untuk memajukan kecerdasan buatan (AI) mulai dari kemampuan mempersepsikan dan memahami lingkungan dunia nyata, hingga pengambilan keputusan secara otonom, pelaksanaan tindakan, dan penciptaan dampak nyata di dunia. Dengan berpusat pada AI Fisik (Physical AI), Xeroptix telah membangun produk-produk inti yang mencakup perangkat AI edge, cip AI, platform manajemen cerdas, serta penerapan algoritma. Xeroptix mengembangkan infrastruktur AI NAS yang mengintegrasikan aspek persepsi, inferensi, dan penyebaran aplikasi.

Banyak sekali penerapan agen AI dan inspeksi AI sehingga kita tidak perlu khawatir  AI akan menggantikan pekerjaan, karena akan banyak sekali  penerapan AI baru, bisnis AI dan semuanya membutuhkan Human In The Loop (HITL). Jadi manusia tidak perlu terlalu khawatir kehilangan pekerjaan oleh AI dalam waktu dekat, malah akan lebih banyak aplikasi, namun manusia yang tidak punya skill AI mungkin akan tertinggal oleh rekannya yang punya skill AI.Yang perlu diperhatikan (Peduli) adalah Ethical AI, agar bagaimana AI tidak merugikan manusia tetapi AI meningkatkan dan menambah Manusia.

  1. Shenzhen Allfo Technology Co.Ltd.

Misi AIlfo adalah membuat penggunaan LLM (Large Language Model) dan AI Generatif menjadi mudah bagi siapa saja, melalui pemanfaatan “AI Crew” dan karakter AI—seperti karakter mainan bernama TsunZu. Sebagai contoh, karakter TsunZu yang ditampilkan di gambar dapat berinteraksi dan bercakap-cakap dengan Anda. Karakter TsunZu ini akan meminta “prompt” (perintah)—sama seperti cara kerja ChatGPT—yang bisa Anda berikan melalui perintah suara. Selanjutnya, karakter TsunZu akan meneruskan permintaan tersebut ke sistem AI berbasis cloud (misalnya DeepSeek) untuk memberikan jawaban atas perintah Anda. 

  1. LINKERBOT–Dexterous(Gerakan Trampil) Tangan & Jari Robot for Embodied AI

Banyak perusahaan mewakili industri manufaktur komponen dan suku cadang dari AI Robot di HKEF 2026 (autumn) apakah berupa joint (pergelangan, sendi) tangan, kaki, pinggang, jari jemari robot. Sebuah robot bisa memiliki puluhan joint alias sendi agar bisa bergerak.

Perusahaan Linkerbot khusus membuat sendi sendi untuk tangan dan jari seperti manusia dengan jari dari jempol, telunjuk hingga kelingking masing masing jika bisa bergerak harus dihubungkan oleh joint (bisa berupa sebuah motor) yang memiliki gerakan yang disebut Degree Of Freedom (DoF).

Misalnya sebuah jari bisa memiliki 2 atau 3 DoF, jadi sebuah tangan dengan 5 jari memiliki 15 DoF yang memiliki motor joint. Bayangkan sebuah Humanoid bisa memiliki ratusan DoF yang di control oleh sebuah Komputer dengan GPU agar bisa berdiri dan melakukan balancing. Atau bagaimana koordinasi prosesor sebuah tanganah tangan mengontrol seperti pada contoh 15+ DoF sebuah tangan memegang baut atau beban atau kertas.

Disini China sepertinya pemain AI robot nomor satu kelas dunia untuk AI Robot dan diperagakan oleh 120+ peserta robotics yang hadir di Robopark HKEF 2026.

Robopark bersebelahan dengan Future Industries Zone yang mendorong 5 frontier atau emerging technology key theme didukung oleh HKPC (HK Production Council). ABDI sempat mengunjungi Booth Quantum Computing di Future Electronics dimana HKPC berkolaborasi dengan sebuah perusahaan yang mengembangkan riset Quantum Computing yaitu SpinQ. Ulasan ada di artikel berikutnya  The zone focuses on five key themes: Future Computing, Future Manufacturing, Future Marine & Quantum Technologies, Future Microelectronics and Future Wellness.

ABDI akan menyelenggarakan DataGovAI 2026 Summit, Nominasi Awards Ceremony & Grand Book Launching Ceremony pada tanggal 18 November 2026 mulai jam 12:00-16:30. Acara diselenggarakan hybrid dengan online zoom silahkan join. Acara juga diselenggarakan offline atau onsite di MNC Conference Hall, iNews Tower dengan undangan khusus (by invitation only) & silahkan daftar untuk mendapatkan konfirmasi dari ABDI.

Klik untuk mendaftar online: https://forms.gle/xFEJhLXoppWM9USb7   atau hubungi ABDI: sekretariat@abdi.id  untuk invitation summit offline.

TASK FORCE ROADMAP AI NASIONAL: INDONESIA DITENGAH PERSAINGAN AS CHINA.

Sebagai anggota Task Force RoadMap AI Nasional, maka Robopark ini merupakan informasi penting mengenai bagaimana perkembangan AI Robotics atau Physical AI atau Embedded AI berkembang di pusat perkembangan AI yang pesat didunia. China pasang (deploy) 350,000 AI Robot setiap tahunnya dan dapat dilihat dari 120+ perusahaan yang mengikuti Robopark. China supply 50% kebutuhan AI Robotics dunia. AS hanya 36,000 AI Robotics, seperti Boston Dynamics, artinya dalam hal AI Robotics China unggul. Menurut Brendan Schulman, kendalanya pertama, majoritas perusahaan manufacturing di AS adalah small and medium, jauh lebih kecil dari pada di China dari industry raksasa hingga yang kecil, sehingga biaya menggantikan dengan robot sangat mahal, apalagi majoritas manufacturing di AS sudah banyak melakukan outsourcing ke China.

Kedua biaya mengembangkan robot di AS sangat mahal dan hanya ada beberapa perusahaan saja yang sanggup seperti Boston Dynamics, Path Robotics. Masalahnya karena supply chain industry robot banyak sekali di China seperti di Shentzen, Shanghai, sehingga sebuah perusahaan SME di China bisa mendirikan manufacturing AI Robot dan melakukan riset dan integrase dengan mudah, sangat berbeda di AS yang butuh investasi dan biaya yang sangat besar. Bagaimana Indonesia, yang sudah pasti memiliki masalah yang serupa dengan AS dan majoritas industry di Indonesia menggunakan Robotics arm non AI menggunakan produk dari luar Jepang, kini china.

Menurut Heather Carrol dari Path Robotics, AS, commercial order dari industry Ship building, 2025 sangat besar dan meningkat 40% di AS, namun 70% disupply oleh perusahaan dari China, AS hanya 1%, entah sisanya dari mana, apakah Taiwan, Hongkong, Korea Selatan ? Sekarang AS mempunyai masalah mengenai tenagakerja trampil yang sangat kurang dan bagaimana mengembalikan industry kembali ke AS.

Tentu AS punya kelebihan dengan adanya NVIDIA, dimana banyak AI robot dari China menggunakan GPU versi ekspor ke China dari NVIDIA.

Sehingga dalam Roadmap National AI ini perlu juga dipikirkan agar bagaimana pemerintah dapat mengembangkan industry AI agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, dimana AS saja juga mengalami masalah dengan industrinya. Di HKEF terlihat sekali banyak institusi pemerintah membantu enterprise di Hongkong untuk mengembangkan industry AI dan Roboticsnya, serta bagaimana membantu perusahaan SME China mainland untuk ekpor ke manca negara melalui Hongkong.

NO COMMENTS