Pantau Kemacetan Arus Mudik, Dishub Gunakan Teknologi ATCS

0
548
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memantau kemacetan arus mudik hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah dengan teknologi ATCS (Area Traffic Control System) di Cibinong.

Jakarta, Komite.id – Sebagai upaya menjaga kelancaran arus mudik Idul Fitri 1445 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menggunakan teknologi Area Traffic Control System (ATCS). Yang dianggap efektif untuk memantau dan kemacetan di beberapa ruas jalan jalur mudik lebaran.

Plt Sekretaris Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengklaim teknologi tersebut efektif dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi selama periode lebaran.

“Jika terjadi kemacetan, kita bisa gerak cepat dalam mengurai kemacetan karena pemantauan melalui ATCS ini sangat real time. Ketika ada potensi kemacetan kita bisa optimalkan tim di lapangan untuk mencegah dan mengurainya,” kata Dadang, dalam keterangannya, Minggu (7/4/2024).

Menurutnya, dengan memanfaatkan ATCS tersebut. Dishub Kabupaten Bogor bisa bergerak cepat mengkoordinasikan petugasnya di lapangan, pada saat ditemukan titik kemacetan.

“Dengan adanya teknologi ini, kami dapat menggerakkan tim lapangan dengan efisien untuk mencegah dan mengurai kemacetan potensial. Ini sangat bermanfaat, terutama dalam menghadapi arus mudik,” tambahnya.

Selain menggunakan teknologi ATCS, Dishub juga menurunkan 435 personel untuk menjaga keamanan di 10 titik Pos Pengamanan (Pospam) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami telah menyiapkan 435 personel yang akan bertugas di 10 titik Pos PAM yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk memastikan mudik aman yaitu dengan melakukan uji kelaikan kendaraan atau ramp check untuk armada bus yang digunakan untuk mudik.

“Jauh-jauh hari ramp check sudah dilakukan bahkan kita jemput bola seperti ke PO kendaraan dan perusahaan-perusahaan bus yang ada di Kabupaten Bogor, lalu di terminal, pool bus dan rest area,” sebutnya.

“Kita pastikan kendaraan yang lulus uji ramp cek bisa dipakai untuk mudik, tapi kendaraan yang tidak lulus uji kita periksa lalu dilakukan perbaikan,” lanjut Dadang.

Pemeriksaan kendaraan terus dilakukan sejak satu bulan sebelum Lebaran. Kendaraan yang diuji bukan hanya untuk mudik, melainkan untuk wisata, khususnya ke wilayah Puncak.

“Kepada masyarakat ketika akan melakukan mudik, pertama, memastikan kendaraan lolos uji kelaikan kendaraan, baik kendaraan roda dua juga roda empat. Kedua pastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat,” ujarnya.

“Ketiga, jika tubuh dalam keadaan lelah, sebaiknya segera beristirahat di pospam yang telah disediakan. Keempat, patuhi peraturan lalu lintas. Terakhir, jangan menggunakan narkoba atau sejenis tropika lainnya,” imbuhnya.