ACSI Bantu Pelanggan implementasi Privacy Data Protection in Governance

0
57

Jakarta, Komite.id- Yoga Adrian Kaunang, M.Kom, VP of Business Development PT Alpha Citra Siber Indonesia (ACSI), dalam DataSecureAI 2021 Sesi Pertama, Day 1 – BRI eHall bertema “Privacy Data Protection and Data Governance” pada Selasa  30 April 2021, memaparkan suatu teknologi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artifical Intelligence – AI) untuk mempermudah perusahaan dalam mengadopsi proses penerapan governance terhadap privacy data protection.

Ada dua konten yang dibawakan Yoga, pertama contoh kasus cyber crime  yang memanfaatkan teknologi AI dan penjelasan mengenai betapa pentingnya perusahaan untuk melindungi data privacy customernya. Kedua, penjelasan  teknologi dari ACSI ketika membantu perusahaan untuk menerapkan governance atau compliance terhadap data privacy.

Saat ini, tercatat sudah ada kasus cyber crime yang memanfaatkan teknologi AI. Sang penjahat melakukan phising attack atau penipuan siber dengan teknologi Deepfake.

Deepfake merupakan  AI buatan yang canggih, namun sering digunakan untuk memalsukan gambar atau video. Hasilnya benar-benar seperti memanipulasi realita, sangat mirip aslinya! Bahkan Deepfake adalah bentuk kriminal kecerdasan buatan yang paling berbahaya.

Yoga juga menjelaskan yang berkaitan dengan UU Perlindungan Data Pribadi atau GDPR.  Di negara Taiwan sudah ada UU tersebut sejak 11 Agustus 1995 dan mengalami revisi lanjutan pada  2015 dan ketika GDPR diimplementasikan di Eropa tahun  2018. Di tahun yang sama, Taiwan juga mengimplementasikan Cyber Security Management ACT, untuk mendukung hukum personal data protection ACT dengan penambahan dari sisi security yang tentunya di sesuaikan dengan GDPR.

Acer Cyber Security Inc. Taiwan, yang menjadi induk PT Alpha Citra Siber Indonesia, merupakan sekumpulan tenaga profesional di bidang cyber  security dengan ratusan cyber security profesional dengan ratusan sertifikasinya dan beberapa di antaranya juga  dilengkapi dengan sertifikasi yang berkaitan dengan IT audit yakni CISA (Certified Information Systems Auditor) yang merupakan sertifikasi profesional audit sistem informasi yang disponsori oleh ISACA dan IRCA. Sedangkan dari sisi company, sudah memperoleh ISO mengenai data protection yakni ISO 27001 Information Security Management Systems serta BS 10012 Data Protection.

ACSI hadir untuk membantu pelanggan dalam mengelola keamanan jaringan infrastruktur yang cocok diaplikasikan untuk berbagai sektor industri dari serangan siber. “ACSI bisa membantu pelanggan mempermudah implementasi Privacy Data Protection in governance dengan bantuan para tenaga ahli dan technology tools yang kita gunakan,” katanya. ACSI memiliki Data Security Platform yang meliputi (a) Set Compliances (b) Data Privacy Discovery (c) Data Classification (d) Risk Analysis & Report (e) Remidiation and key manager (Data Masking dan Tokenization).

“Key points to take away ACSI Data Security Platform yang berlandaskan pada People, Process dan Technology. Untuk People, kita memiliki Data Protection Officer (DPO) yang profesional dan bersertifikat. Sedangkan Proses penerapan data protection governance berdasarkan Global Regulation and Compliance. Serta, dalam melakukan proses penerapan tersebut, kita menggunakan Teknologi AI atau Machine Learning yang mempermudah dan mempercepat proses penerapan regulasi pada Data Privacy Protection,” tutupnya.

Cyber security dari ACSI merupakan salah satu solusi dari Acer. Ada berbagai solusi lain yang ditawarkan untuk pasar Indonesia, yang bisa ditemukan di website www.commercial.acerid.com. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.