Moeldoko: Kita Harus Menjadi pemenang di era Industri 4.0

0
130

Jakarta, Komite.id- Sejalan dengan amanat  yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan menyampaikan bahwa krisis pandemi Covid-19 menjadi pelajaran yang berharga untuk melakukan transformasi digital  di semua bidang. Di era pandemi membuat bangsa ini harus  bekerja dengan cara yang extraordinary dan  lebih  keras lagi. Mindset kita harus berubah, budaya kerja kita harus berubah, cara kerja kita juga harus berubah dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu pemanfaatan teknologi informasi (TI) menjadi penting guna menunjang kerja-kerja kita agar mampu membajak  pandemi ini untuk melakukan lompatan lompatan inovasi dan memenangkan persaingan global. Kondisi pandemi ini mengubah prilaku kita yang tadinya offline menjadi online. Momentum ini harus kita manfaat bersama untuk lebih mendorong masyarakat kita agar lebih aware di era revolusi industri 4.0  saat ini, “ ungkap  Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko.

Dalam  setiap kesempatan seminar, Moeldoko selalu menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 telah membuat  sebuah  perubahan besar pada persaingan dunia sat ini.  Tidak lagi negara yang kuat bisa memenangkan persaingan global tetapi negara yang tercepatlah, dia akan menjadi pemenang. “Ada lima kata yang tepat yang menggambarkan situasi saat ini yakni  Change, Speed, Rise, Kompleksiti dan Surprise.  Hanya negara yang mampu  dan cepat beradaptasi dengan kelima situasi  tersebut , dia akan menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0 ,” kata mantan Panglima TNI itu.

Menurutnya,  pengusaan TI pengelolaan data yang baik dan aman akan menjadi kunci pengambilan  keputusan strategis sebuah  negara. Mengapa demikian? Sebab tanpa menguasai dua hal itu, maka kita akan kalah cepat dan kalah  bersaing  serta  tertinggal dengan negara-negara lain. Untuk itulah, jika ingin menguasai TI, tidak dilakukan hanya  sebatas membangun infrastruktur namun mempersiapkan SDM  dengan kompetensi yang melek TI. “Kedepan, bangsa Indonesia perlu meningkatkan SDM nya , tidak hanya bidang TI tapi juga bidang Data Science, Big Data dan Artificial Intelegence (AI),” tambahnya.

SDM yang menguasai TI  tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Hingga 2030.  Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan sembilan juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan untuk melakukan transformasi digital di semua  sektor. Dengan begitu, Indonesia membutuhkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahunnya untuk membangun ekosistem digital di Tanah Air. (red)

 

 

 

 

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.