Hari Ke-2 Training DPE 2026: Perkuat Ketahanan Siber dan Kedaulatan Data Nasional di Era Transformasi Digital Indonesia

0
5

Jakarta, Komite.id – Memasuki hari kedua pelaksanaan Training Data Protection Executive (DPE), Asosiasi Big Data & AI (ABDI) bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Mastersystem sebagai IBM Partners resmi kembali melanjutkan rangkaian pelatihan strategis yang berlangsung di Kantor Sekretariat PSMTI Pusat, Equity Tower Lantai 42A, SCBD, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia menghadapi tantangan transformasi digital yang berkembang sangat cepat. Di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi berbasis data, artificial intelligence (AI), cloud computing, hingga layanan digital di berbagai sektor, keamanan siber dan pelindungan data pribadi kini menjadi aspek krusial yang tidak dapat diabaikan.

 

Training Data Protection Executive (DPE) hadir sebagai langkah nyata untuk mencetak Pejabat Pelaksana Pelindungan Data Pribadi (PDP) yang kompeten, profesional, dan siap menjalankan amanat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) No. 27 Tahun 2022. Tidak hanya berfokus pada pemahaman regulasi, pelatihan ini juga membekali peserta dengan kemampuan teknis dan strategis dalam mengelola tata kelola data, mitigasi risiko keamanan siber, hingga implementasi pelindungan data di lingkungan organisasi.

Untuk memastikan kualitas kompetensi para peserta, materi pelatihan mengacu pada 19 Unit Kompetensi berdasarkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) No. 103 Tahun 2023 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Standar ini menjadi landasan penting dalam membangun ekosistem pelindungan data yang terstruktur, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Ketua Umum ABDI, Dr. Rudi Rusdiah, BE., MA., dalam keterangannya menegaskan bahwa transformasi digital menuntut kesiapan tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga kompetensi sumber daya manusia yang memahami tata kelola data dan keamanan informasi secara menyeluruh.

“Di era transformasi digital yang berkembang sangat cepat, kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan lama dalam melindungi data. Kita membutuhkan keterampilan taktis, pemahaman regulasi, dan dukungan teknologi terkini untuk memitigasi risiko serangan siber serta mengelola data secara akuntabel dan bertanggung jawab,” ujar Rudi Rusdiah.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara ABDI, PSMTI, dan Mastersystem sebagai IBM Partners menjadi sinergi strategis dalam menjembatani kebutuhan implementasi regulasi dengan kesiapan teknologi di lapangan. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami aspek kepatuhan hukum, tetapi juga mampu menerapkan solusi nyata dalam menjaga keamanan data dan sistem informasi organisasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir para eksekutif pelindungan data yang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kepatuhan regulasi, meningkatkan kesadaran keamanan siber, serta memperkuat kedaulatan data nasional di tengah era digitalisasi dan perkembangan teknologi berbasis AI yang semakin masif di Indonesia.