Peneliti Senior BRIN Menangkan Science Prize for Women 2021

0
155

Jakarta, Komite.id – Dr. Neni Sintawardani, Peneliti pada Loka Penelitian Teknologi Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil memenangkan The Underwriters Laboratories-ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2021 untuk kategori Senior Scientist setelah menyisihkan 22 kandidat lainnya dari berbagai negara anggota ASEAN. Neni mendapat penghargaan atas kontribusi penelitiannya dalam meningkatkan sistem sanitasi masyarakat untuk mendukung ketersediaan air bersih dengan menggunakan biogas dari air limbah olahan.

Atas prestasi tersebut, Neni menerima penghargaan sebesar $15.000 dari The Science Prize for Women yang digelar melalui kemitraan antara ASEAN Committee on Science, Technology, and Innovation (COSTI), U.S. Agency for International Development (USAID), dan Underwriters Laboratories, sebuah organisasi nirlaba internasional di bidang keselamatan masyarakat yang berbasis di Amerika Serikat.

Pada kesempatan yang sama, penghargaan untuk kategori mid-career scientist dimenangkan oleh Dr. Li Hongying dari Singapura. Sementara Profesor Seinn Lei Aye dari Myanmar dan Profesor Aduwati Sali dari Malaysia mendapat apresiasi untuk dedikasi mereka dalam mengembangkan teknologi pengolahan air yang murah dan efisien untuk masyarakat pedesaan, penelitian terkait pemantauan dan manajemen lahan gambut, teknik katalisasi dan inovasi sosial berbasis masyarakat untuk membantu mengurangi dan mencegah polusi kabut asap.

ASEAN-U.S. Science Prize for Women merupakan penghargaan sekaligus pengakuan bagi para ilmuan perempuan yang telah memberikan kontribusi signifikan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), sekaligus bertindak sebagai mentor dan role model bagi para peneliti perempuan lainnya. Penghargaan di tahun 2021 ini ditujukan bagi ilmuwan perempuan terpilih yang mendedikasikan penelitiannya di bidang “Air Bersih dan Udara Bersih di kawasan ASEAN”.

Dalam proses penjurian panel yang dilakukan secara virtual pada rangkaian pertemuan the 80th meeting of ASEAN COSTI and related meeting, Rabu (13/10/2021) Neni beserta ketiga peneliti penerima penghargaan ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2021 berkesempatan mempresentasikan penelitian mereka. Neni mengangkat penelitian terkait penanganan masalah sanitasi yang berlokus di Kiaracondong dan pengelolaan limbah tahu di Sumedang, Jawa Barat.

Neni menyampaikan dengan total populasi 2,5 juta penduduk Kiaracondong tercatat hanya 45-55% yang memiliki toilet permanen dan selebihnya memanfaatkan toilet umum. Sebanyak 42% rumah tangga tidak memiliki septic tank dan mengalirkan limbah toilet langsung ke sungai Jondol. Masalah lainnya muncul karena sulitnya akses masyarakat terhadap ketersediaan air bersih.

“Pemanfaatan Composting Toilet (Dry Toilet Technology) merupakan solusi efektif untuk mengurangi pencemaran air sungai, mengurangi penggunaan air bersih warga, dan mengurangi biaya infrastruktur dalam sentralisasi pengolahan air limbah domestik secara signifikan,” tutur Neni.

Dalam mencermati permasalahan air limbah tahu yang tercemar di Desa Giriharja, Sumedang, dengan menggunakan metode Anaerobic multi-stage fixed bed reactor, Neni membuktikan penelitiannya efektif menstabilkan debit fluktuasi harian untuk meningkatkan pH air. Limbah tahu yang telah diolah lalu diproses menjadi biogas menjadi air bersih dapat didistribusikan ke rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat akan dengan mudah ingin menggunakan dan mempertahankan sebuah teknologi jika hal tersebut dapat menyelesaikan masalah serta memberikan manfaat ekonomi bagi mereka,” tegasnya optimis. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.