Peringati HUT Pattimura ke-204, Alumni STM-SMK Ambon Gelar Tabur Bunga

0
338

Jakarta, Komite.id- Sejumlah Alumni STM-SMK Teknik Negeri Ambon se-Jabodetabek mengikuti upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional dalam rangka memperingati HUT Pahlawan Pattimura ke-204 di TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (22/5).

Setelah meletakkan karangan bunga di Monumen yang berada di tengah Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Selanjutnya rombongan alumni STM-SMK Teknik Negeri Ambon se-Jabodetabek, mengheningkan cipta untuk menghormati arwah pahlawan Nasional. Usai upacara dilanjutkan tabur bunga di makam para pahlawan.

Pattimura patut diteladani dan jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan. Malukuhomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan nama Kapitan (panglima perang) Pattimura adalah putera Maluku yang berjuang melawan penjajah Belanda.

“Tabur bunga adalah salah satu momentum untuk kita sebagai generasi muda harus menghargai jasa-jasa para pahlawan, dalam hal ini Pattimura, karena dia adalah motivasi, sekaligus inspirasi dan semangat bagi kita semua,” ujar Brigjen TNI Dominggus Pakel selaku  Kapusdatik BSSN.

Hal senada juga dikatakan  Brigjen TNI  Ferdinand Mahulete selaku Kapusopskamsinas Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). dengan kegiatan tabur bunga ini akan muncul Pattimura-Pattimura muda yang akan meneruskan perjuangan ini. Karenanya, warga Maluku harus berkomitmen mempertahankan perjuangan Pattimura dan mendukung pembangunan pemerintah.

Menurut dia, perkembangan TIK begitu cepat sehingga membuat batas wilayah negara semakin kecil. Karena itu, putara-puteri Maluku atau generasi muda Maluku harus mampu menguasai kemajuan Iptek dan mampu bersaing dan berkompetesi. “Dengan adanya perkembangan TI, bagaimana kita melahirkan suatu konsep yang berkualitas juga menciptakan produktivitas dan meningkatkan potensi yang ada di Maluku sehingga dapat mempresentasikan kepada bangsa dan negara ini.

“Dengan teknologi yang sudah maju ditengah era industri 4.0, generasi muda Maluku harus mampu berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari pekerjaan. Karena itu, pola pikir yang melulu mencari pekerjaan dengan berbondong-bondong ke ibukota harus diubah mindsetnya . Padahal di Ambon, mereka  bisa menciptakan lapangan pekerjaan seiring dengan perkembangan TIK yang begitu masif. Karena itu, kita harus berpikir out of the box  agar menghadirkan ide baru yang cemerlang dan bukan berpikir secara  konvensioanl lagi,” tegasnya. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.