Buka Bersama & Perayaan HUT ADUPI : “Road to The 3rd ASEAN Recycling Summit & 16th  Indo Waste & Recycling Expo & Forum”

0
6

Jakarta, 11 Maret 2026 — PT Napindo Media Ashatama (Napindo) penyelenggara Indo Waste & Recycling 2026 Expo & Forum bersama Asosiasi Daur Ulang Indonesia (ADUPI) kembali menyelenggarakan kegiatan Buka Bersama & Perayaan HUT ADUPI, sebagai rangkaian kegiatan “Road to The 3rdASEAN Recycling Summit & 16th Indo Waste & Recycling Expo & Forum” pada Rabu, 11 Maret 2026 di Jakarta. Pameran Internasional Teknologi Industri Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang ini akan diselenggarakan pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan ini turut dihadiri oleh Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusli; Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Erick Teguh; serta Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari. Turut hadir pula Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Melda Mardalina; Wakil Ketua Umum KADIN, Bobby Gafur Umar; Principal of Center for Sustainability and Waste Management (CSWM) Universitas Indonesia, Prof. Mochamad Chalid; serta Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Christine Halim; bersama perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku industri, mitra strategis, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Erick Teguh, menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan transformasi besar dalam pengelolaan sampah di tingkat nasional. Ia mengatakan, “Indonesia menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan transformasi dalam tata kelola, kelembagaan, pendanaan, data dan informasi, inovasi, standar, serta transformasi sosial. Karena itu, kemitraan strategis serta penguatan kompetensi pelaku industri daur ulang menjadi sangat penting untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.”

Menanggapi pentingnya kemitraan strategis, Ketua Umum ADUPI, Christine Halim, menyampaikan bahwa perjalanan ADUPI selama sebelas tahun merupakan hasil dari kerja sama berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan sampah plastik serta penguatan ekonomi sirkular di Indonesia. “Kami percaya bahwa pengelolaan sampah plastik dan penguatan ekonomi sirkular tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, termasuk dalam memperkuat sinergi menuju ASEAN Recycling Summit 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Project Director Napindo, Lisa Rusli, menilai sinergi antara penyelenggara pameran, asosiasi, dan para pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem industri daur ulang sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Momentum kebersamaan dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antar pelaku industri sekaligus memperkuat sinergi menjelang penyelenggaraan Indo Waste & Recycling Expo & Forum mendatang.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami ingin menyampaikan selamat ulang tahun yang ke-11 kepada ADUPI. Kami mengapresiasi kemitraan yang sangat baik antara ADUPI dan Napindo, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan Indo Waste & Recycling Expo & Forum. Semoga di usia yang ke-11 ini, ADUPI semakin maju, semakin kuat, dan terus menjadi motor penggerak bagi perkembangan industri daur ulang plastik di Indonesia,” ujar Lisa dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menekankan pentingnya penguatan industri daur ulang plastik dalam mendukung pengelolaan sampah serta penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. “Industri daur ulang plastik memiliki peran strategis dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, penguatan industri perlu terus didukung, termasuk melalui peningkatan sistem pengelolaan sampah agar ketersediaan bahan baku bagi industri dapat terjamin dari sisi kualitas, kuantitas, maupun spesifikasinya,” ujarnya.

Sebagai penyelenggara, Napindo berkomitmen untuk terus menghadirkan Indo Waste & Recycling Expo & Forum sebagai platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi, pelaku industri, hingga mitra strategis. Melalui forum ini, para pelaku industri diharapkan dapat memperluas jaringan, berbagi wawasan, serta menjajaki berbagai peluang kemitraan di sektor pengelolaan limbah dan daur ulang.

Selain pameran dan forum industri, penyelenggaraan Indo Waste & Recycling 2026 Expo & Forum juga akan menghadirkan The 3rd ASEAN Recycling Summit sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antar pelaku industri di tingkat regional.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Napindo juga berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan buka puasa bersama ini dapat semakin mempererat hubungan antara Napindo, ADUPI, serta seluruh mitra industri, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama menjelang penyelenggaraan Pameran Internasional Teknologi Industri Pengelolaan Limbah dan Daur Ulang ke-16 ini.

Seiring dengan meningkatnya partisipasi industri dari tahun ke tahun, Indo Waste & Recycling Expo & Forum terus menunjukkan perkembangan yang positif. Pada tahun 2025, pameran ini mencatat total luas area pameran mencapai 15.888 meter persegi dengan partisipasi 620 peserta pameran dari 26 negara, termasuk 12 paviliun internasional. Berangkat dari pencapaian tersebut, Napindo menargetkan penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan 700 peserta pameran dari 30 negara serta menarik sekitar 17.000 pengunjung.

NO COMMENTS