FLEI 2019: Edukasi dan Pertemuan Pelaku Bisnis Franchise

0
227

Jakarta, Komite.id- Franchise & License Expo Indonesia 2019 (FLEI 2019), Retail & Solution Expo Indonesia (RSEI) dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBI) menghadirkan solusi dan ragam pilihan bisnis utuk para pengusaha di Indonesia, khususnya yang baru belajar mengenai bisnis franchising.

Bisnis franchise baik yang berskala kecil maupun berskala besar memang cukup menjanjikan. Dibandingkan harus membuat konsep untuk bisnis sendiri, bisnis franchise terkesan lebih praktis dan minim risiko. Beberapa tahun belakangan, konsep bisnis franchise kian menjamur di Indonesia. Kemudahan yang ditawarkan oleh model bisnis ini menjadi daya tarik sendiri bagi orang yang ingin terjun ke dunia bisnis.

Bisnis franchise dapat dijadikan ajang untuk belajar mendirikan bisnis sendiri karena melalui pengalaman berbisnis waralaba, pelaku bisnis dapat belajar mengenai sistem dari mulai jual-beli bahan baku, supplier, logistik, hingga menjadi sebuah bahan jadi yang dijajalkan di pasar. Selain itu, dalam ajang FLEI 2019, terdapat 17 kelas dan topik diskusi yang membahas mengenai langkah-langkah memulai bisnis waralaba dari hulu ke hilir.

Dalam salah satu topik diskusi “Tea is The New Coffee”, Co-Founder of Pasarteh & Ayacha Indonesian Tea, Gitta A. Badruddin selaku pembicara mengungkapkan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memulai bisnis waralaba adalah mencari tahu lokasi retail dan target market yang dituju.

Memasuki hari kedua FLEI 2019, General Manager Reed Panorama Exhibitions, Steven Chwee mengungkapkan “Semangat entrepreneur di Indonesia sangat luar biasa. Pembangunan infrastruktur pun menjadi salah satu faktor pendorong adanya peluang bisnis yang lebih besar.” ujarnya. “Lonjakan pengunjung sebanyak dua kali lipat di tahun ini merupakan bukti dari semangat para entrepreneur dan pelaku bisnis waralaba nasional maupun internasional.”

Project Manager Franchise & License Expo, Retail & Solution Expo, Café & Brasserie Expo oleh Reed Panorama Exhibitions, Marzuki Herry menambahkan “Calon investor yang hadir dalam pameran kami merasa terjamin dengan brand yang mereka minati karena telah terseleksi oleh rekan pameran kami, yaitu Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) yang memang ahli dalam industri waralaba dan lisensi di Indonesia.”

Masifnya ekspansi pertumbuhan bisnis-bisnis tersebut tidak melulu karena konsep usaha dan tawaran yang diberikan kepada calon mitranya. Akan tetapi juga merupakan hasil dari tangan dingin pemilik atau owner-nya. Mereka adalah sosok yang berkomitmen, memiliki visi dan misi luar biasa, serta semangat yang tinggi untuk membesarkan bisnisnya.

Berangkat dari hal tersebut, TRAS N CO Indonesia, perusahaan training dan consulting terkemuka menggandeng, FRANCHISEGLOBAL.COM sebagai portal media online dengan target market Franchise, Lisensi & Kemitraan, TRAS N CO Indonesia memberikan apresiasi kepada insan usaha Tanah Air yang telah berkontribusi positif terhadap perkembangan bisnis di Indonesia.

Chairman of TRANS N CO, Founder of FRANCHISEHGLOBAL.COM, Tri Raharjo memberikan apresiasi kepada pemilik franchise melalui ajang Anugerah Wirausaha Indonesia yang dimenangkan oleh Adrianto Sunggoro, Santo Law, Hj. Riffatul Minah, Danny Anthonious dan Wong Banny. Sementara untuk nominasi Rising Business Award 2019 dirain oleh DKI Skin Center, Mr. Crispy, Warung Wakaka, Jang-jang Wings, Gracious Preschool & Kindergarten, Ednovation, dan Arofah Kebab.

Myeongdong Topokki: Mimpi Merambah Pasar Indonesia

Korea Selatan menjadi salah satu destinasi yang populer di kalangan kaum milenial Indonesia. Hal ini lantaran pengaruh drama Korea dan musik Korea sejak beberapa tahun lalu yang kian mendominasi dunia hiburan. Ketika berkunjung ke Korea Selatan, tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan pinggir jalan atau street food khas negeri gingseng.

Myeongdong Topokki, salah satu peserta FLEI 2019 yang berasal dari Malaysia berhasil mendapatkan investor dan mewujudkan mimpi untuk merambah pasar Indonesia. Meskipun brand image Myeongdong Topokki berasal dari Korea, tim R&D Myeongdong Topokki telah berinovasi dan menyesuaikan produk dengan lidah Melayu.

Myeongdong Topokki sendiri telah memiliki lebih dari 30 outlet yang tersebar di seluruh Malaysia. Kejasama dengan investor dari Indonesia merupakan langkah pertama Myeongdong Topokki untuk melebarkan sayap di Indonesia.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.