Kompetisi Roket Air Regional 2019 Umumkan Pemenang

0
268

Jakarta, Komite.id- Tim Dewan Juri  Kompetisi Roket Air Regional 2019 (KRAR 2019) yang diselenggarakan Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berhasil mengumumkan para pemenang KRAR  Jabodetabek dan Cilegon 2019 yang berlangsung sejak 7 – 8 September 2019 di di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Tim Juri yang terdiri dari Dr. Hadi Nasbey dari Universitas Negeri Jakarta ( UNJ), Riki Ramdani Saputra dari Pustekroket Lapan, dan Ihsan Surur dari PP-IPTEK Kemenristekdikti mengumumkan  3 juara utama dan 3 juara harapan. Mereka adalah; Granada Andalusia H, dari SMAN 90 Jakarta sebagai juara 1 dengan skor 0, 09,  Syauqi Najla Khonza S, dari SMP Quran Assalam sebagai juara 2 dengan skor 0,11 dan Syahrozad Zalfa Nadia, dari MTs Pembangunan UIN sebagai juara 3 dengan skor 0,39.

Sementara untuk juara harapan 1 diraih oleh Luthfi Dwi Andika, siswa MTsN 3 Bogor dengan skor 0,62, harapan 2 diraih oleh Maximus Uzia G dari SMP Tunas Agung Tangerang dengan skor 0,97, dan harapan 3 diraih oleh Syahla Pridehan dari SMP Kosgoro Bogor dengan skor 1,90.

Direktur PP- IPTEK  Mochammad Syachrial Annas mengatakan tujuan kompetisi roket air, adalah untuk menumbuh kembangkan minat, kreatifitas, dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan. “Selain untuk mewadahi potensi bidang sains bagi generasi muda untuk terus berkembang dan turut berperan serta dalam kemajuan teknologi dibidang antariksa. Dan kita berharap anak- anak lebih mencintai Science dan kedepan mereka mau berkecimpung dalam science bahkan mau menjadi Scientist,” ujar Syachrial, di Jakarta, Minggu (8/9).

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Pendidikan PP IPTEK, Putu Lia Suryaningsih mengatakan Penilaian KRAR diambil jarak yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Setelah penilaian, 50 pemenang terbaik berhak melanjutkan ke tingkat nasional.” Penilaian pemenang mengacu pada ketentuan / peraturan Internasional ( Asia Pasifik), berbeda- beda sesuai dari Negara penyelenggara,”kata Putu Lia.

KRAR dilakukan sebagai tahap awal dari kompetisi roket air selanjutnya, yakni Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional (KRAN) dan Kompetisi Roket Air Internasional se-Asia Pasifik (KRAI) yang tahun ini akan diselenggarakan oleh Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Jepang bulan November mendatang.

Sementara itu, Granada yang berhasil mencatat nilai 0,09 m2, merasa bersyukur berkat doa serta dorongan kedua orang tua, guru dan teman-temannya. “Bangga juga terharu, sebab tidak menyangka juga bisa menjadi pemenang pertama, ini tidak lepas dari dukungan dan doa orang tua, guru serta teman-teman,” ungkapnya. (red/)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.