Capaian BSSN Sepanjang Tahun 2019

0
96

Jakarta, Komite.id- Selama tahun 2019, , Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berhasil melaksanakan tugas dengan baik dan menghasilkan capaian-capaian yang membanggakan. Capaian-capaian itu antara lain serapan anggaran BSSN ditahun 2019 mencapai 98.51%, lebih baik dari serapan anggaran ditahun sebelumnya, yakni sebesar 97.35%. “Saya harap besarnya capaian tersebut diiringi dengan pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkap Kepala BSSN, Letjen TNI Purn Hinsa Siburian

Hasil pencapaian lainnya,  BSSN juga aktif ikut serta dalam mengamankan Pileg dan Pilpres 2019. Lalu, BSSN telah melakukan perjanjian kerjasama dengan 131 stakeholder, dan sukses meluncurkan Peta Okupasi Keamanan Siber Nasional. Kemudian, dalam peningkatan indeks keamanan siber Indonesia dalam Global Cybersecurity Indeks (GCI) menjadi peringkat ke-41 ditahun 2019, serta berada di peringkat ke-4 dari negara ASEAN dan peringkat ke-9 dari Asia Pasifik.

Pencapaian berikutnya, adalah sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE berjumlah 62.183 kini telah dimanfaatkan oleh 187 instansi, dengan sertifikat elektronik yang diterbitkan selama 2019 sekitar 37.000 sertifikat. Lalu, BSSN juga telah melaksanakan kegiatan kampanye literasi keamanan siber di kota-kota di Indonesia setiap bulan selama tahun 2019, dan BSSN telah mencetak 110 personil NSOC.

NSOC sebuah pusat komando cyber nasional yang akan memonitor operasi keamanan siber pada level nasional secara terpusat. “Nantinya, personil ini akan menjadi punggawa yang mengawaki NSOC,” tutur Hinsa.

Dijelaskan Hinsa, tugas NSOC, salah satunya untuk dapat menjamin keamanan infrastruktur siber di seluruh Indonesia. Keamanan siber nasional itu sendiri meliputi pemantauan keamanan siber nasional, pusat kontak siber, serta tata kelola keamanan informasi dan infrastruktur. “Ruang siber ada tantangan, ancaman, tetapi juga ada peluang. Di dalam ruang siber negara juga harus hadir dan melindungi masyarakat,” ucapnya.

Dirinya mengingatkan, potensi ancaman dan tantangan ke depan yang harus lebih diwaspadai adalah kemungkinan akan adanya ancaman terhadap National Critical Information Infrastructure. Yakni seluruh sistem elektronik yang tersambung dengan internet. “Semua infrastruktur yang tersambung dengan internet, kita prioritas mengamankan itu. Kita sedang dan akan terus membangun kekuatan kita di ruang siber, termasuk ancaman-ancaman lain termasuk proses ekonomi bisnis digital,” ujar Hinsa.

Sementara itu, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan, menambahkan, BSSN juga sedang menyiapkan untuk memperkuat riset dan pengembangan teknologi di bidang siber. “Bisa saja nanti kita kembangkan aplikasi seperti WhatsApp, tapi buatan kita sendiri untuk mempermudah kontrol terkait dengan data masyarakat,” kata dia.

Diketahui, BSSN sendiri sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya harus dapat meyakinkan bahwa seluruh infrastruktur siber yang digunakan di Indonesia cukup aman. Dengan demikian, segala macam potensi ancaman bisa diminimalisasi secepat mungkin. (red)

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.