Perkuat UMKM, BCA Gandeng Modalku

0
95

Jakarta, Komite.id- PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menjalin kerja sama bersama salah satu fintech peer-to-peer lending (P2P) di Indonesia, yaitu Modalku (PT Mitrausaha Indonesia Grup). Kerja sama ini dalam rangka komitmen untuk mendukung sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia.

Sejak Desember 2019, BCA telah menjalin kerja sama penerusan pinjaman kepada UMKM melalui Modalku sehingga dapat memberikan kemudahan akses pinjaman kepada berbagai pelaku UMKM yang belum terjangkau dan layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Liston Nainggolan, EVP Commercial Business & SME BCA mengungkapkan, kerja sama dengan Modalku merupakan langkah yang strategis. Industri perbankan tentunya tidak menutup mata dengan kehadiran fintech yang turut membantu dalam mendorong perekonomian yang inklusif, khususnya bagi perkembangan UMKM di Indonesia.

“Kami mencermati bahwa BCA dan Modalku berada pada interface teknologi yang sama. Oleh karena itu, BCA mendukung pembiayaan debitur-debitur UMKM yang ada di Modalku sehingga mampu untuk terus bertumbuh secara mandiri,” ujar  Liston seraya menambahkan, kolaborasi BCA dengan Modalku diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemberdayaan masyarakat Indonesia dari sektor UMKM dalam menghasilkan produk-produk unggulan yang memiliki kualitas daya saing yang tinggi.

Sementara itu, Reynold Wijaya, Co-Founder & CEO Modalku mengatakan, melalui visi yang sejalan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, hal ini menjadi kesempatan yang tepat bagi Modalku untuk menjangkau lebih banyak UMKM. “Semakin tinggi inklusi keuangan serta UMKM yang memperoleh akses terhadap layanan dan jasa finansial, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” ujarnya.

Kredit BCA di 2019 Masih Tumbuh 9,3%

Sementara itu, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menyebut, bisnis penyaluran kredit miliknya di sepanjang 2019 masih mampu tumbuh sebesar 9,3%, angka tersebut terlihat menurun tipis bila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 yang mencapai 11%.

Jahja mengungkapkan, sektor pertambangan masih menunjukan pelemahannya di tahun 2019, namun pihaknya optimis tahun ini penyaluran kredit masih akan terus tumbuh. “Di awal tahun kita memang ga berani terlalu optimis, tapi kalau permintaan besar kita layani, seperti tahun 2019  industri hanya mencapai 6%  kita bisa 9,3 %,” kata Jahja.

Sementara pada tahun 2020 ini, BCA optimis masih akan membukukan pertumbuhan penyaluran kredit hingga mencapai 9 persen. Sebagai informasi saja, BCA sendiri masih mencatatkan kinerja positif pada penyaluran kreditnya hingga kuartal III-2019 yang mencapai 10,9% YoY atau menjadi Rp585 triliun.

Pertumbuhan kredit BCA terutama didukung oleh segmen bisnis, dimana kredit korporasi meningkat 16,5% YoY menjadi Rp232 triliun dan kredit komersial & UKM tumbuh 10,5% YoY menjadi Rp192,2 triliun. Sementara itu, kredit konsumer meningkat 4,1% YoY menjadi Rp156,3 triliun.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat data pertumbuhan penyaluran kredit perbankan pada 2019 yang hanya tumbuh 6,08% (YoY). Angka tersebut tercatat lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit tahu 2018 yang mampu tumbuh sebesar 11,7%. (*)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.