Ir. Prakoso, M.M: Data Lebih Berharga dari Emas

0
87
Ir. Prakoso, M.M. Sesditjen Penguatan Risbang, Kemenristek/BRIN

Jakarta, Komite.id- Terciptanya linkungan data yang terintegrasi merupakan impian banyak orang, namun disisi lain masih banyak orang yang menyadari pentingnya data dalam kehidupan sehari-hari. Padahal saat ini, data bisa diumpamakan sebagai komoditas yang lebih berharga daripada emas. “Data adalah informasi sehingg tidak heran jika orang mengatakan siapa yang menguasai semua informasi, dialah yang menguasai dunia,” demikian disampaikan Prakoso, Sesditjen Penguatan Risbang, Kemenristek/BRIN dalam acara Anuegrah  Datagov AI 2019 di JCC Senayan.

Menurut dia, salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan Big Data adalah keamanan. Pasalnya, dengan semakin berkembangnya bisnis maka kemungkinan terjadinya jual beli data, baik itu data controller maupun data processor akan semakin besar, sehingga aturan terkait perlindungan  data konsumen semakin penting. “Utamanya, identitas data  pribadi pengguna perlu dilindungi, karena dikhawatirkan ada pihak tertentu yang menggunakan data pribadi tersebut untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa data bisa dimanfaatkan untuk melihat peluang pasar, termasuk mencari apa yang mereka tawarkan bagi pelangganya. Pastinya, mereka bisa merancang sebuah  penawaran kepada pelangganya sehingga costumer engangement pun meningkat. “Data transaksi penjualan ini pun disebut dengan Big Data karena volumenya sangat besar,’ tegasnya. Nah, melihat hal ini, maka data jangan dianggap remeh  lagi sebab setiap keputusan bisnis akan lebih akurat, dapat meningkatkan efesiensi  dan tepat sasaran  atau dikenal dengan data driven decision making.

Dikatakan Prakoso, urgensi data ini juga harus diiringi dengan pasokan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengolahnya. Sebab, diperlukan kemampuan khusus untuk mengolah big data dan ini merupakan bidang yang cukup baru dan tidak semua orang mampu menguasainya atu istilahnya big data analyst atau data scientist. Apalagi, karakteristik data scientist cukup sulit didapat karena mereka adalah orang yang bisa menterjemahkan data menjadi sesuatu yang berguna untuk proses bisnis kelembagaanya.  Dengan kata lain, orang yang berpengalaman di bidangnya dan menguasai ilmu data.

“Karakteristik ini hanya bisa didapat oleh orang yang memang sudah lama berkecimpung dalam bidangnya. Jadi, sangat sulit untuk mendapatkan data scientist yang mumpuni. Namun, hal ini bisa disiasati dengan membuat tim yang terdiri dari business dan  data scientist sehingga bisa saling bekerjasama untuk menganalis big data. Dan, data tidak akan menjadi sesuatu informasi yang berguna, bila tidak ada yang mampu mengolahnya,” katanya.

Maka dari itu, perlu SDM yang benar-benar dipersiapkan untuk menyongsong era big data di pemerintahan. “Jika data sudah terintegrasi dan dianalisis dengan benar, maka pemetaan masalah bisa ditangani dengan strategi yang tepat sasaran sehingga menjadi  lebih efesien,” sambungnya. Bukankah data ini akan jadi kontribusi yang lebih berharga di Indonesia dibandingkan tambang emas?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.