Gadis Asal Bali Ni Luh Terpilih jadi Miss Internet Indonesia 2019

0
256

Jakarta, Komite.id- Ni Luh Putu Diah Desvi Arina,  Gadis asal Bali terpilih menjadi Miss Internet Indonesia 2019 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Nih Luh yang bekerja sebagai  Staf Humas Pemkot  Denpasar mengalahkan dua finalis lainnya, Difa Putri Ariani asal Sumut dan Juwita Alfi Sahra asal Jakarta, pada tahap akhir pemilihan Miss Internet Indonesia di acara Indonesia Internet Expo dan Summit 2019 di Jakarta Convention Center Jumat (27/9) malam.

Pagelaran yang di inisiasi oleh APJII tidak hanya mencari figur yang dianggap menarik, tapi juga harus memiliki kriteria smart, charm, and digital lovers untuk membantu mengampanyekan atmosfer internet yang positif kepada masyarakat luas.  “Akhirnya selesai juga ajang pemilihan Miss Internet Indonesia 2019, dan yang menjadi pemenang adalah perwakilan dari bali, selanjutnya akan ada beberapa tugas yang wajib diemban oleh Miss Internet Indonesia 2019, yang paling utama adalah literasi,” ungkap Ketua umum APJII Jamalul Izza.

Miss Internet yang dipilih oleh panel juri yang dibentuk oleh APJII akan bertugas sebagai pendidik, panutan, dan penghubung antara pemerintah dan masyarakat terkait pemanfaatan internet yang baik dan positif. Dalam programnya, APJII menargetkan membantu 2.000 desa untuk bisa terkoneksi internet. Untuk mendukung acara ini, Miss Internet Indonesia 2019 akan melakukan roadshow ke daerah-daerah yang baru terkoneksi internet.

Diketahui, APJII  bersama BAKTI Kemkominfo dan Sobat Cyber Indonesia (SCI) menggelar ajang Miss Internet Indonesia (MII) 2019. Sejak dibuka pendaftaran pada 1 Juli 2019, terjaring 20 finalis MII 2019. Sebelumnya, ke-20 orang finalis MII 2019 ini terlebih dahulu melakukan karantina. Periode karantina ini dilaksanakan pada 22 – 26 September dengan mengundang para pembicara lintas sektor untuk memberikan pelatihan dan wawasan kepada para finalis.

“Selama masa karantina kami mengundang beberapa pembicara lokal dan nasional untuk memberi materi di kelas karantina selama 5 hari. Ada kelas yang sifatnya sharing pengalaman, workshop, assessment tertulis dan presentasi essay. Kami juga menjadwalkan para finalis MII mendatangi tempat keramaian publik untuk membuat vlog sebagai usaha promosi brand awareness MII & APJII,” ujar Arnold, Ketua Pelaksana MII 2019.

Sementara itu, Ni Luh Putu Diah mengatakan jika dirinya sama sekai tidak menyangka akan menjadi pemenang Miss Internet Indonesia 2019. Baginya, ini merupakan tugas yang besar, tapi ia berkeyakinan bisa berkontribusi nyata dalam mengemban tanggung jawabnya setelag mendapatkan gelar baru tersebut. Ia menambahkan dirinya akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan literasi terkait ekosistem digital.

Nih Lu  juga akan mengajak pihak pemerintah dan swasta untuk menggiatkan penggunaan internet sehat di desa-desa yang menjadi dalah satu program pemerintah. “Saya akan konsisten melakukan aksi-aksi nyata dan bekerja sama dengan berbagai pihak di 34 Provinsi di Indonesia untuk melakukan literasi internet yang bersih, selektif, dan juga aman bagi para pengguna internet” katanya.

Sebelum didapuk sebagai Miss Internet 2019, Diah pernah menjadi Miss Internet Bali 2018 dan aktif dalam kegiatan sosial Kakak Asuh Bali yang fokus melakukan lierasi pada bidang pendidikan dan juga digitalisasi. Ia juga menulis buku bersama dengan entrepreneur lainnya asal bali yang berjudul “50 Pengusaha Kota Denpasar”. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.