Enam Pemenang KRAN 2019 Raih Tiket ke Jepang

0
224

Jakarta, Komite.id- Juara Pertama Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2019 diraih oleh Nuti Nawaty Nur dari SMA Darul Hijrah Puteri Banjarbaru Kalimantan Selatan dalam ajang kompetisi  yang berlangsung Lapangan Rotunda, Kampus Universitas Indonesia, Depok (29/9). Roket buatannya berhasil mendarat sejauh 1,22 meter dari titik pusat target sasaran dan mendapat skor 1,22 m.

Juara Kedua diraih oleh Ferdian Irwan P dar MAN 3 Tambak Beras, Jombang dengan skor 2,49 m. Sementara Zalfa Naila Az Zahra dari MTSN 1 Pontianak meraih Juara Ketiga dengan skor 2,89 m. Selanjutnya, Juara Harapan I diraih Albert Dani Rahmatullah dari SMPN 28 Pontianak dengan skor 2,90 m. Juara Harapan II dan Harapan III diraih Harsya Fakhrezy dari SMAIT Nurul Fikri Depok dengan skor 3,27 m serta Fernika Dwi Utami dar MTs Muhammadiyah 7 Purbalingga dengan skor 3,38 m.

Enam pemenang KRAN 2019 ini berkesempatan menjadi delegasi Indonesia dalam ajang International Water Rocket Competition yang akan digelar di Jepang pada 22 – 25 November 2019.

Direktur Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Mochammad Syachrial Annas mengungkapkan, KRAN 2019 diikuti 140 pelajar berusia 12 – 16 tahun dari 14 provinsi di Indonesia. Mereka merupakan para pemenang Kompetisi Roket Air tingkat Regional (KRAR) yang diselenggarakan di berbagai daerah. “Tiap peserta meluncurkan 2 roket air rancangannya. Jadi total ada 280 roket air yang diluncurkan,” terang Syachrial.

Roket air tersebut dibuat oleh para peserta setelah mendapat arahan mengenai ketentuan-ketentuan KRAN 2019 di Gedung PP-Iptek, di area TMII, Jakarta pada Sabtu (28/9). Roket air terbuat dua buah botol plastik yang dirakit menjadi satu bagian badan (body) roket. Badan roket dilengkapi sirip dari bahan infraboard atau sterofoam tebal dengan bentuk tergantung kreativitas para peserta.

Syachrial menerangkan, agar roket bisa mencapai zona sasaran, peserta harus memperhitungkan arah angin, sudut luncur, muatan air, dan tekanan gas. Lapangan Rotunda, menurut Syachrial, dipilih sebagai lokasi peluncuran untuk mendekatkan sains ke tengah masyarakat sekaligus melibatkan kampus dalam setiap kegiatan PP-Iptek.

“Kita buat kegiatan yang menarik buat anak-anak dan masyarakat agar suka terhadap sains. Kompetisi roket air menjadi ajang adu kreativitas di bidang teknologi kedirgantaraan dengan roket air digunakan sebagai media,” lanjutnya. (red/Wn)

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.