APJII Resmi Buka Pameran Tahunan IIXS

0
169

Jakarta, Komite.id- Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) secara resmi membuka  pameran tahunan International Internet Expo and Summit (IIXS) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/9). Tahun ini, pameran yang sudah digelar untuk tahun keempat akan mengambil tema “Connecting Innovations Technology & Smart Solutions”.

Pameran IIXS tiga hari  akan berlangsung hingga Sabtu (28/9).  Harapannya, pada pameran International Internet Expo and Summit (IIXS) tahun ini dunia internet menjadi penghubung kepada kemajuan inovasi teknologi.

Pembukaan IIXS 2019-APJII dilakukan oleh Sri Yunianti, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kementerian Perindustrian, didampingi oleh Jamalul Izza, Ketua Umum APJII.

Sebelum pemukulan gong tanda pembukaan IIXS 2019, dalam sambutannya, Jamal mengatakan, Asosiasi saat ini gencar mendorong program bernama Desa Internet Mandiri. Program ini berbeda dengan program pemerintah yang fokus menyasar desa 3T; tertinggal, terluar, dan terdepan.

Program Desa Internet Mandiri 2020 ini, memiliki  beragam kelebihan yang menguntungkan bagi desa-desa. Salah satunya adalah kecepatan internet yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Adapun kecepatan internet di Program Desa Internet Mandiri 2020 ini tidak akan terkendala geografis dan mudah dioperasikan oleh setiap warga desa. Selain itu juga, keuntungan yang didapatkan dari program desa Internet Mandiri 2020 tak menunggu waktu lama. Sebab, Internet yang ditawarkan memiliki paket berbasis waktu atau unlimited tanpa batasan quota, atau internet cepat dengan kuota yang memadai dengan harga yang kompetitif dan tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Inti dari Program Desa Internet Mandiri adalah kedaulatan digital bagi masyarakat desa dengan merebut nilai tambah ekonomi dari bisnis internet,” jelasnya.

Program ini akan mendorong desa menjadi mandiri dalam hal pelayanan internet. Nantinya, program ini selain bisa dimanfaatkan oleh desa-desa, juga dapat bekerja sama dengan anggota APJII. “Kalaupun di desa itu sudah ada BUMDES, kami juga bisa bekerja sama. Sehingga BUMDES pun dapat pendapatan dari desa internet mandiri ini,” tambahnya

“APJII targetkan pada 2020 ada sekitar 2.000 desa ikut program ini sehingga terkoneksi dengan internet. Saat ini program desa internet mandiri ini sudah berjalan di Kabupaten Aceh Tengah, Banda Aceh, dan Sangihe. Nanti kami akan bertemu dengan pemerintah kabupaten Jayapura, Papua, untuk progam desa internet mandiri pula,” ujar Jamal.

Target 2.000 desa di 2020, kata Jamal, disesuaikan dengan kemampuan pemetaan daerah oleh APJII. Tujuannya sebagai proyek percontohan bagi sekitar 75 ribu desa di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Jamal menambahkan,  kemajuan teknologi internet makin memudahkan kehidupan. Tidak hanya untuk berbagi informasi, internet juga mulai digunakan untuk keperluan industri karena berbagai layanan untuk konsumen kini mulai lebih terkoneksi dengan Internet, atau akrab disebut Internet of Thing (IoT).

APJII, yang memiliki memiliki lebih dari 500 anggota dari perusahaan penyedia layanan internet di seluruh Indonesia. Menurut Jamal, kebutuhan industri akan jasa layanan internet semakin besar, terlebih karena jumlah pengguna dan pentrasi internet di Indonesia terus meningkat.

Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018 mencatat, jumlah pengguna internet mencapai 171,2 juta orang atau 64,8 persen total populasi penduduk Indonesia. Jumlah ini meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2012 saat pengguna internet di Tanah Air masih 63 juta orang.

Henry, CEO CNG Media & Events, penyelenggara acara yang menggelar IIXS, mengatakan dalam kedua event ini akan diadakan berbagai panel diskusi dengan beberapa tema diantaranya “Internet of Things; Tantangan dan Keuntungan Industri 4.0”, “Tahun Millenial untuk Konten Digital”, hingga “Urgensi Regulasi Cybersecurity dan Pertahanan Nasional”.

Ratusan eksibitor dari industri teknologi dan jasa internet diperkirakan akan meramaikan acara yang didukung oleh Kementrian Kominfo, Kementrian Perindustrian, dan BSSN. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.