Aldy, Penyandang Disabilitas Kembali Gelar Pameran Lukisan

0
192

Jakarta, Komite.id- Kabar menggembirakan datang dari dunia lukis. Seniman penyandang disabilitas, Raynaldi Halim yang akrab disapa Aldy, berencana melakukan pameran tunggal pada Agustus 2019. Pemuda kelahiran 9 September 1997 ini bakal menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Bali dan Ciputra Artpreneur Jakarta.

Pameran lukisan tunggal di Bali tersebut, merupakan kesekian kalinya bagi Aldy. Sebelumnya, pelukis muda berbakat yang tunawicara itu, telah ikut berbagai kegiatan dan gelaran pameran tunggal  hasil karyanya yang terbukti cemerlang di dalam dan di luar negeri sejak Mei tahun 2017 lalu.

Kini di usianya yang hampir 22 tahun, Aldy telah berpameran sebanyak 18 kali,  baik pameran bersama ataupun pameran tunggal. dalam kurun waktu 1,5 tahun saja. Untuk pameran di Bentara Budaya Bali betema Pemeran Kilat Darurat Utusan Sosial pada 10-19 Agustus 2019. Sedangkan pameran artpreneur berjudul  Pasung Kapal Lepas dihelat  pada 27 Agustus 2019.

Sebelumya  pada  September 2018, setahun sejak mulai melukis abstract (abtract  expression), Aldy diberikan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) oleh Jaya Suprana,  sebagai Anak Berkemampuan Khusus yang melukis lebih dari 1.000 karya dalam waktu satu tahun.

Diketahui, Aldy lahir normal dan bisa bicara. Namun pada usia 16 bulan mulai kelihatan regresi (kemunduran) sampai akhirnya tidak bisa bicara lagi. Oleh dokter, Aldy di diagnosa  ADHD  (attention deficit hyperactivity disorde) yaitu salah satu spectrum autisma atau gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian

Berbagai terapi dilakukan untuk menghilangkan gejala autismenya baik pengobatan di dalam maupun luar negeri. Pada akhirnya, dengan kegiatan melukis, Aldy mulai kelihatan lebih tenang dan membaik karena bisa mengekpresikan pikiran dan keinginanya melalui hasil-hasil karya lukisnya.

Tentunya, dalam konteks karya-karya penyandang disabilitas, adalah perwujudan ekspresi perasaan dan imajinasi.  Dan,  dalam pameran lukisan ini,  publik atau khalayak  bebas memberi tafsir terhadap karya-karya dari  seniman muda tersebut. (red)

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.