Global Blockchain Forum & Gejolak Crypto Currency

0
186

Singapore, Komite.id- Pasar Crypto Currency Bitcoin bergejolak sangat volatile pada pertengahan bulan Juni 2019 hingga berita ini ditulis (7/7/2019), karena masuknya pemain besar Social Media Global Facebook dengan konsorsium Libra dan banyaknya perusahaan raksasa Finance global seperti JP Morgan, Rothschild, George Soros mengadopsi Blockchain.

Sebuah event Blockchain global bernama WBF (World Blockchain Forum) digelar di Marina Bay Sands, Singapura pada tanggal 22-23 Juni 2019 saat harga Bitcoin di pasaran bergejolak menjadi US$ 10,461 (23/6/2019) dimana pada awal Juni masih di US$ 7,645 (5/6/2019) dan $ 5,300(5/5/2019).

Tentu semua partisipan, panelist dan para pakar blockchain dari seluruh dunia yang hadir di WBF Singapura ini jadi ramai membicarakan langkah Facebook meluncurkan Libranya ditanggapi mix feeling antara positif dan negatif dan antara yang memprediksi harga dengan optimis menjadi US$ 20,000; hingga $100,000, namun ada juga yang beranggapan akan turun dan rally di level $ 6,000, sedemikian beragamnya pandangan para panelist, keynote speaker dan pakar blockchain global majoritas dari Tiongkok, UK, EU, Asia dan AS.

Namun semua sepakat Libra ini mendobrak pesimisme harga Bitcoin hingga melonjak dan juga meningkatkan kepercayaan masyarakat awam dan pasar terhadap teknologi Blockchain terlihat dari bulliesnya harga Bitcoin dalam bulan Juni-July 2019, karena pada tahun 2018 kepercayaan terhadap Blockchain sempat tergerus oleh banyaknya Scam, Data breach (Pencurian Data), Pembobolan Exchange, Investasi bodong menggunakan nama Bitcoin dan teknologi blockchain sehingga harga turun ke level US$ 3,689(1/2/2019). Sebagai perbandingan harga blockchain sempat mencapai posisi tertingginya $13,860 (17/12/2017).

Rudi Rusdiah, Editor Komite.id mendapatkan kesempatan wawancara langsung dengan Bella Fang, Wu CEO dan Founder dari WBF (World Blockchain Forum) di Marina Bay Sands, setelah membuka acara WBF Singapura 2019. WBF sebuah Forum Global events yang berlangsung marathon dari New York (Nov08,2018), London (Mar27, 2018), Singapore (22Jun2019) dan berikutnya terbesar untuk 2019 di Altman Building, Manhattan, New York pada tanggal 27-28 September 2019. Komite.id juga mengundang partisipasi dari WBF untuk hadir di event DataGovAI 2019 di Jakarta Convention Centre pada 6-8 November 2019 untuk bicara tentang Distributed ledger di era RegTech & Digital Finance.

WBF Singapura 2019 dihadiri dari Indonesia oleh Edi Prio Pambudi, AsDep Kemenko Perekonomian sebagai pembicara, memberikan perspektif Blockchain di Indonesia . Juga hadir Stephen Suhadi dari Asosiasi BlockChain Indonesia, Rudi Rusdiah mewakili ABDI (Asosiasi BigData& AI), Frado Sibarani IBM Singapore; Hilman Palaon dari TNP2K Kantor Sekretariat WaPres RI. Sedangkan yang hadir menerima Awards dari Indonesia pada Malam Awards, seperti Huobi Indonesia, ABA (Asia Blockchain Alliance)Indonesia dan IndoDax.

Berikut ini hasil  wawancara Komite.id disela World Blockchain Forum dengan Bella Fang, Wu, CEO WBF:

Mengapa anda beralih mengelola bisnis investasi crypto dan Blockchain di New York sejak 2013? Padahal pada Acara ConnectecAsia 2019 yang berlangsung minggu lalu, Teknologi Block chain, AI, Big Data, 5G, Clouds, IOT menjadi trending topik. Dari profil anda sangat commited terhadap investasi industri AI dan Intelligent Manufacturing dari 2008 ke 2013. Mohon dijelaskan?

Dari perspektif teknologi memang masa depan Teknologi adalah seperti yang ditulis Komite.id yaitu Teknologi ABCDE antara lain AI, Big Data, Clouds, IoT dan lainnya yang sangat populer juga di pameran CommunicAsia 2019 minggu lalu.

Jika kita melakukan kilas balik, ketika Bella sedang menggeluti manufacturing terkait dengan AI di Silicon Valley, Bella mengamati institusi finansial tradisional di AS (Amerika Serikat) dan para investor di Wallstreet sekitar tahun 2013 banyak yang beralih ke industri blockchain, jadi terbetik pula dipikiran Bella bahwa ternyata Blockchain adalah trend dan kecenderungan pasar di masa mendatang, sehingga Bella tidak ragu ragu dan mengambil keputusan untuk juga pindah fokus dari teknologi AI ke Blockchain. Didunia, Blockchain merupakan teknologi masa depan yang tidak akan tergantikan dalam jangka menengah, karena mencakup 2 dimensi waktu dan tempat.

Blockchain mendisrupsi apa arti konsensus dan trust (kepercayaan) tradisional di dunia bisnis sehingga merubah total hubungan manusia di ekosistem industrinya. Jadi memang ini adalah trending teknologi di masadepan yang akan merubah kehidupan manusia. Faktanya, saat ini pasar blockchain sudah mencapai angka US$ 100 Triliun.

Namun, banyak pakar dan pemain di World Blockchain Forum ini mengatakan bahwa Blockchain masih sangat kecil dibandingkan dengan perdagangan komoditas emas, transaksi plastic money credit card bahkan cross border ecommerce misalnya? Bagaimana anda menjelaskannnya?

Betul sekali, namun saya sangat pasti bahwa Blockchain adalah teknologi kedepan jika anda melihat raksasa finance dan teknologi seperti JP Morgan, IBM, Facebook dan lainnya, semua masuk ke dalam dunia Digital Currency. Meskipun jumlah yang anda lihat belum signifikan seperti mata uang kertas (fiat money) dan transaksi credit card dan xborder ecommerce, namun probabilitasnya akan sangat besar dan suatu keniscayaan bahwa digital currency lambat laun akan menggantikan fiat money (uang kertas) sebagai legal tender (alat pembayaran yang sah) didunia tradisional.

Lihat saja kebelakang 20 tahun yang lalu saat Internet mulai dari kecil menjadi raksasa network of network didunia. Saya melihat disrupsi yang dilakukan oleh Internet sama saja. Jadi memang kita harus melihat segala sesuatunya, blockchain dari sudut panjang jangka panjang dan secara holistik bahwa ini adalah sesuatu teknologi yang memiliki prospek yang sangat baik kedepan.

Sebagai seorang enterpreneur muda dan startup yang mulai merambah ketataran internasional dan global, mengapa anda memilih bisnis WBFex atau Exchange Platform dan WT token?

Seperti yang sudah dikatakan, saya membangun WBFex Exchange Platform karena saya sudah banyak sekali melakukan investasi di crypto currency dan saya sangat mengerti bahwa jangtung dari supply chain blockchain ini adalah platform Exchange nya sangat strategis.
Ya memang, pasarnya juga berkembang pesat dan banyak sekali kemungkinan dan perkembangan aplikasi di domain pengembangan, itulah sebabnya saya membangun WBFex (change).

Dan Karena ini adalah komitmen jangka panjang, kami seperti menjalankan marathon yang khusus agar dapat mengamati secara jangka panjang sehingga memang kami juga membutuhkan Token milik kami sendiri WT token. Supaya dimasa depan 10 tahun mendatang ataupun 15 tahun mendatang WBF Grooup memiliki token sendiri dan dapat merancang aplikasi aplikasi inoatif dan baru diatasnya

Berapa banyak Volume Transaksi dari WBF Exchange? Dan bagaimana dengan tokennnya?

WT Token akan di benchmark dan dibandingkan terhadap B&B Finance Exchange di Tiongkok. Kemarin misalnya ketika WT Tokenonline pada jam 10 pagi waktu setempat (di China), maka perdagangan WT Token mulai dengan 1 Remimbi atau sekitar US$ 0.05 atau 5 cent. Hanya dalam waktu 5 jam dari pembukaan portal jam 10 pagi hingga menjelang penutupan bursa jam 4 pm selama kurun waktu 5 jam harganya sudah meningkat tiga kali lipat. Tentu diharapkan dapat meningkat hingga ratusan kali dan lebih karena banyak pengguna di masyarakat yang sangat berminat dengan WBFex dan mereka menyukai platform nya. Mereka sangat percaya dengan platform dan bersedia untuk investasi WT Token, oleh karena itu dalam kontex ini, tentu komunitas mengharapkan dalam waktu satu tahun harganya meningkat secara signifikan hingga 100 kali.

WBFexchange akan merelis 300 juta tiken, namun saat ini baru 100 juta yang ada di dalam sirkulasi bursa. Jadi diharapkan pada kwartal ke empat (Q4) 2019 ini, maka WBFGroup akan menggunakan 20% dari keuntungan untuk membeli kembali token yang ada dipasar dan melikwidasi token tersebut, sehingga jumlah sirkulasi token dapat distabilkan hingga 150 juta token dalam hal volume perdagangannya.

Jika jumlahnya dapat dipertahankan agar tidak melimpah tapi langka (scarce resource), maka nilainya juga akan terus bertahan. Pasar utama tentu Tiongkok dan kami akan melakukan road show di Asia Tenggara menuju Vietnam, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura, bahkan Jepang dan Korea.

Mengapa anda memilih Singapura dan mengapa kantor pusat (HQ) anda di Singapura?
WBF Group berdiri di New York dan Januari 2019 ini WBF Group membawa WBF Exchange ke Singapura. Mengapa kami memilih Singapura? Karena Pemerintah Singapura sangat terbuka dengan teknologi Blockchain dan berbagai teknologi dan aplikasi. WBF sebagai institusi selalu terbuka terhadap regulasi dan comply mengikuti regulasi yang berlaku. Jadi WBF Group membuka kantor di Singapura dan memiliki lisensi untuk wilayah Singapura.

Demikian wawancara kami di Marina Bay Sand Singapura dengan CEO sekaligus pendiri dari WBF Group, Ms. Bella Fang. (*)

PROFILE BELLA FANG

  • Position The chairwoman of the New York WBF Group,The initiator of the WBFex.
  • From 2008 to 2013, Committed to intelligent manufacturing, artificial intelligence industry investment.
  • Began to participate in early encryption monetary investment in New York in 2013.
  • Created BlockMedia in Silicon Valley in 2016, WBF Group was founded in Wall Street in New York in the same year. The WBF digital currency exchange was founded in New York in 2018.
  • In the past five years, she has participated in various blockchain activities in China and the United States for a long time and she is an outstanding entrepreneur of blockchain led by women in the world.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.