Menyambut Ramadhan, Indosat Ooredoo Uji Coba Jaringan di Kota Padang

0
466

Padang, Komite.id – Menyambut Ramadhan, Operator Indosat Ooredoo melakukan uji coba kesiapan jaringan internet 4G (drive test) di beberapa titik di Sumatera Barat, terutama kota Padang, yang berpotensi ramai dilintasi serta dikunjungi pada momen bulan suci umat Islam tersebut..

Daerah yang dilintasi bermula dari Bandara Internasional Minangkabau, lalu beralih ke tengah kota Padang (Masjid Raya Sumatera Barat), kemudian ke tempat wisata Jembatan Siti Nurbaya, hingga pesisir pantai kota Padang (tempat wisata Bukit Padang dan Tugu Iora).

Ada beberapa aspek yang menjadi nilai ukur uji jaringan ini, yaitu 4G coverage, streaming video, speed test, hingga video call test. Mekanisme uji jaringan ini dilakukan dengan metode stress test, di mana perangkat (smartphone) yang digunakan untuk menguji coba jaringan juga berada di dalam mode tethering.

Sementara, koneksi internet dari smartphone tersebut, melalui tethering, juga dipakai di laptop untuk melakukan streaming video resolusi HD (720p) di YouTube.

Secara coverage, sepanjang jalur uji coba, mulai dari Bandara Minangkabau hingga Tugu Iora, tercatat sudah 100 persen menjangkau 4G secara kontinu. Artinya, sinyal 4G terpantau stabil tanpa putus atau tanpa adanya gangguan yang mengalihkan jaringan 4G ke 3G secara paksa.

Di jalur uji coba ini pula, streaming video YouTube dengan kualitas HD (720p) juga bisa berjalan dengan lancar tanpa buffering.

Untuk kecepatan jaringan, secara rata-rata, kecepatan di jalur drive test di Padang tercatat 72,9 Mbps untuk downlink dan 10,3 Mbps untuk uplink. Titik dengan performa jaringan terbaik berada di Kawasan Bukit Padang dengan kecepatan hingga 89,7 Mbps untuk downlink dan 16,9 Mbps untuk uplink.

Sementara untuk uji coba layanan suara, Call Setup Success Rate (CSSR) dicatat di angka 100 persen, Call Setup Time (CST) 3,57s, Dropped Call Rate (DCR) 0 persen, dan Mean Opinion Score (MOS) berada di angka 4,58 poin.

CSSR merupakan tingkat keberhasilan suatu panggilan dilakukan, lalu CST untuk mengukur berapa lama pemanggil dan penerima telepon terhubung, kemudian DCR untuk mengukur tingkat kegagalan layanan suara (panggilan suara).

Sementara MOS sendiri sejatinya merupakan hasil pengukuran kualitas suara, di mana rentang penilaian metode pengukuran MOS sendiri adalah 1-5 dengan angka 5 menunjukkan hasil excellent.

Dengan demikian, Indosat Ooredoo yakin jaringannya telah siap menghadapi lonjakan traffic di musim Ramadhan dan Lebaran 2019.

“Pengujian kali ini membuktikan bahwa jaringan Indosat Ooredoo di Sumatera Barat sudah siap untuk menghadap bulan Ramadhan dan musim mudik nanti,” pungkas Selo Poernomo, Head of Field Engineer Sumatera Indosat Ooredoo di Padang, Kamis (25/4/2019).

Selain di kota Padang, uji jaringan ini juga digelar secara serentak di empat kota lainnya, seperti Malang, Solo, Banjarmasin, dan Makassar. (*/WS)

 

 

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.