AOGEO Berkontribusi Dalam Penyelamatan Lingkungan di Wilayah Asia dan Afrika

0
192

Jakarta, Komite.id – Asia Oceania GEO (Group on Earth Observations ) Workshop, yang diselenggarakan tanggal 10-11 April 2019, di Kantor Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (PUSFATJA) LAPAN, Pasar Rebo, Jakarta, dibuka.

Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Dr. Orbita Roswintiarti Orbita pada sambutanntya menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kapasitas terkait dengan teknologi pemantauan pesisir, lingkungannya dan seputar sungai serta jalur yang dilaluinya, beliau berharap Indonesia dapat segera bergabung dalam kerjasama regional.

Peserta Asia Oceania GEO (Group on Earth Observations ) Workshop yang berlangsung untuk yang ke 2 (dua) kali ini, dikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri diantaranya dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI AL, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman,

Sementara itu,  untuk perwakilan luar negeri hadir delegasi dari Negara China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan  Australia.

AOGEO bertujuan untuk membangun kerangka kerjasama yang efektif pada tingkat regional dan memperkenalkan kapasitas pengamatan bumi dari negara-negara Asia-Oceania untuk menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen ini juga guna mendukung pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Kepala Pusfatja LAPAN, Dr. Rokhis Komaruddin mengatakan bahwa Indonesia terus menjajaki kerja sama pemanfaatan penginderaan jauh dengan negara-negara Asia Oceania. Pada kesempatan ini, para peneliti yang hadir juga mendapatkan berbagai macam ilmu penginderaan jauh yang bermanfaat. Diantaranya seperti pengukuran bio optikal di wilayah pesisir dan data sharing agar lebih cepat dan tepat dalam mendapatkan hasil pemantauan.

Kemudian, Sekretariat AOGEO, Wenbo Chu menyampaikan bahwa program EO informed decision making sangat baik untuk mendapatkan data tentang lingkungan dan nantinya dapat menemukan kunci untuk menyelesaikan permasalahan. Program ini pun melibatkan banyak kontributor untuk memvalidasi data yang didapat. Lima tahun terakhir AOGEO telah memberi kontribusi nyata untuk penyelamatan lingkungan di wilayah Asia dan Afrika.

Sementara itu Ms.Songmei Zhang Deputi Direktur Umum Pengindraan Jauh China, EO participant countries sangat baik untuk membangun suatu komunitas yang dapat memberikan dampak positif buat kelestarian bumi, bahwa EO countries ini benar benar dibutuhkan bagi dunia, melalui teknologi yang kita miliki dapat dengan mudah mengukur dan melihat potensi kerusakan dan perbaikan nantinya, dan dengan teknologi penginderaan jauh sudah sangat tepat mengaplikasikannya untuk lingkungan.

”Saya berharap akan lebih banyak negara yang akan bergabung sebagai EO countries. Peningkatan kapasitas dan pembelajaran akan terus dilakukan,” sebutnya. .

AOGEO memiliki dua kegiatan utama yang rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu Large Symposium/ Annual Meeting dan Focus Workshop. Sebagai organisasi yang masih baru, kegiatan AOGEO sudah berkembang dengan baik seperti beberapa project telah dilaksanakan dalam rangka kerja sama AOGEO antara lain Mekong River Project yang dikerjakan ICHARM (International Centre for Water Hazard and Risk Management).

Selain itu, inisiatif-inisaitif kerjasama lainnya akan dilakuakn seperti dalam project Server Global, APRSAF/SAFE, dan Datacube. Sebagai organisasi baru, promosi dan ajakan kerjasama dengan negara yang potensial seperti Indonesia terus dilakukan. (*/WS)

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.