Ristekdikti dorong tumbuh & berkembangnya Inovasi

0
502

Bogor, KomITE -Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Ristek Dikti di tahun 2018 ini terus mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dan bangsa. Hal ini ditekankan Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe dalam pembukaan Raker Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Ristekdikti di IPB, 1-2 Februari 2018.

Jumain Appe menyampaikan bahwa tahun 2018 adalah tahun politik dan seluruh lembaga negara akan mendapat sorotan publik, dari pemerintahan, DPR maupun masyarakat. Salah satu perhatian Presiden Joko Widodo adalah pengembangan inovasi di bidang riset dan teknologi bagaimana mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan umumnya pertumbuhan ekonomi negara.

Dalam rakernas Kemenristekdikti yang digelar di Medan awal Januari 2018 lalu, Kemenristekdikti serius dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Revolosi industri 4.0 adalah menggabungkan manufacturing yang pengerjaanya serba robotik dan mesin dipadukan dengan teknologi digital berbasis teknologi informasi.Menurut Jumain Appe, ekonomi dunia saat ini bergerak dan dikendalikan oleh teknologi informasi, begitu juga di bidang industri. Dalam manufacturing yang memanfaatkan teknologi diharapkan mampu menekan biaya produksi. Begitu juga teknologi informasi juga akan mampu menekan biaya promosi dan lainnya sehingga akan lebih hemat dan efisien. “Kalau produk dihasilkan dari biaya yang ringan, maka harga jual akan kompetitif dan mampu bersaing dengan produk lain, utamanya dari luar negeri” jelasnya.

Program riil usaha Dirjen Penguatan Inovasi dalam mendorong program ini adalah mendorong pengusaha pemula berbasis teknologi atau start up Indonesia. Kemenristekdikti mendorong start up dari kalangan perguruan tinggi dengan harapan banyak mahasiswa yang menekuni bidang usaha berbasis teknologi. Sebagaimana data Kemenristekdikti, lulusan perguruan tinggi Indonesia masih sedikit yang terjun ke bidang enterpreneur, yakni hanya 3 persen. Sementara lulusan lainnya lebih banyak yang mencari kerja, atau bahkan 11 persen diantaranya masih menganggur.

Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Dirjen Penguatan yang menangani start up terus memberikan insentif dan pembiayaan bagi pengusaha pemula berbasis teknologi atau start up. Jumain Appe berharap PPBT harus mampu memantau dan memajukan start up yang dibina. Sektor lain yang juga harus dibina adalah sektor produksi dalam negeri. Usaha ini untuk menunjang pertumbuhan e-commerce yang sedang booming.

Jumain Appe mengingatkan, jangan sampai bisnis e-commerse Indonesia maju pesat tetapi yang dijual adalah produk luar negeri. “Kita harus mendorong sektor produksi dalam negeri berbasis sumber daya alam. Dengan berbasis sumber daya alam Indonesia maka akan memiliki daya saing tinggi,” kata Jummain Appe.

Program pengembangan inovasi lain yang didorong di tahun 2018 ini adalah modernisasi industri dengan mengembangkan risearch and developmant. Jumain menyoroti industri Indonesia rata rata belum banyak mengembangkan penelitian terkait bidang usahanya. Dampaknya industri Indonesia akan kalah bersaing dengan industri luar negeri.

Jumain Appe, berharap dengan adanya Rapat Kerja Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi yang menaungi tiga direktorat, yakni Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Sistem Inovasi dan Direktorat Inovasi Industri. Ketiga direktorat harus bersinergi untuk menjalankan program kementerian yang diantaranya adalah mendorong inovasi teknologi dan industri yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.