Polytron Kenalkan Ponsel Seri Zap 6 & FIRA OS

0
1512

Jakarta, KomIT – PT Hartono Istana Teknologi yang dikenal dengan nama Polytron mengenalkan FIRA OS, perangkat lunak milik Polytron yang telah dikembangkan sendiri. FIRA disematkan di dalam smartphone terbarunya dengan nama Zap 6 yang merupakan generasi lanjutan dari Zap 5.

Polytron berencana untuk terus berinovasi, salah satunya adalah melalui investasi di bidang software. Kami ingin menciptakan software yang dapat memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, yaitu melalui FiraOS. Investasi di bidang software ini sendiri telah kami mulai sejak tahun lalu,” ujar Tekno Wibowo, Marketing Director PT Hartono Istana Teknologi.

Dalam seri Zap 6 terdapat lima tipe yaitu Posh Note (4G551), Posh(4G501), Note (4G550), Cleo (4G500) dan Power (4G502). Kelima tipe tersebut disimbolkan dengan 5 tokoh superhero berbeda yang memiliki keistimewaannya masing-masing. Dari segi desain dan materialnya Zap 6 terbilang premium. Untuk seri tertentu, Zap 6 bermaterial cover berbahan metal yang tahan pecah dan kaca/layar yang tajam dan anti gores.

Seri Cleo, Polytron telah memasarkannya sejak Desember 2015 di toko-toko online. Seri Cleo 4G500 dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon MSM 8916 Quadcore 64 Bit, dengan space memori sebesar 16 GB ROM dan 2 GB RAM. Untuk streaming dan game online dipastikan makin lancar dengan Cleo karena Cleo di support dengan fasilitas 4G LTE, dengan kecepatan hingga 150 MBPS. Sedangkan untuk dua tipe (Posh Note dan Note) pada promo masa launching, Polytron hanya berkerjasma dengan blibli.

Polytron membuka masa pre order kedua tipe tersebut dengan harga berbeda. Posh dipasarkan dengan harga Rp.1.699.000 dan Posh Note dengan harga Rp.1.899.000. Secara ekslusif pre order di buka di blibli mulai 28 Januari hingga 17 Februari 2016, dengan bonus pembelian kartu perdana dari Indosat dan Micro SD. “Harapannya, dengan di luncurkannya sistem operasi FIRA dapat memudahkan pelanggan dalam penggunaan smartphone agar menjadi lebih baik”, tambah Shasa Eva Marisah selaku Public Relations dari Polytron. Pada masa dua minggu pre order ini Polytron menargetkan 4000 unit dapat terjual di blibli.

Sementara itu, Eben Haezar selaku perwakilan dari Polytron mengatakan, “Polytron ingin namanya makin dikenal dengan ekpansinya di jajaran mobile phone, hal ini tentunya perlu pembuktian kepada publik. Setelah melakukan investasi dengan membuat lini produksi di dalam negeri untuk meraih sertifikasi TKDN, Polytron meningkatkan layanan smartphone produksinya dengan mengembangkan perangkat lunak.

FIRA dibangun dan dikembangkan oleh Polytron tanpa ada tenaga asing. Polytron ingin membuktikan bahwa selain produksi handset dengan kandungan komponen dalam negeri, Polytron juga concern dari sisi pengembangan software. Ketentuan Pemerintah akan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada device smartphone dimana diputuskan TKDN harus dinaikkan pada tahun 2017. Dari keseluruhan poin dalam unsur TKDN tersebut terdapat dua hal penting dalam penentuannya. Pertama, 80 persen dari sisi kandungan komponen, produksi dan investasi. Dan poin kedua adalah, 20 persen lainnya dari sisi pengembangan.

FIRA memiliki beberapa fitur berbeda daripada user interface lainnya. Misal FIRA Check Pulsa yaitu aplikasi bawaan yang secara sistematis terpampang sebagai fitur untuk mengetahui sisa pulsa. FIRA Pay sebagai fitur untuk melakukan pembayaran. FIRA Store sebagai fitur belanja. FIRA Directory sebagai fitur untuk mendapatkan informasi lokasi dan kontak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk memudahkan penggunaan smartphone Polytron juga merilis portalnya dengan berbagai informasi mengenai aplikasi sistem operasi ini di www.fira.id. (red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.