Trend Micro, Serangan Siber Juga Ancam Fasilitas Umum

0
3359

Jakarta, KomIT – Trend Micro mengungkapkan, peristiwa pembobolan data yang belakangan marak menyerang perusahaan-perusahaan, kini juga mengancam infrastruktur publik. Penelitiannya TrendLabs Trend Micro juga menemukan, saat ini serangan siber justru melihat fasilitas umum sebagai target serangan.

“Keamanan sekarang menjadi perbincangan hangat dan telah menjadi isu global. Dulu persepsi orang bahwa kalau tidak ada malware akan aman, tapi sekarang apa pun yang terkoneksi dengan Internet rentan terhadap serangan siber,” jelas Myla Pilao, Derector TrendLbs Research Trend Micro, di sela acara Cybercrime 2015, yang digelar Trend Micro, di Jakarta.

Menurut Myla, saat ini kebanyakan serangan yang dilancarkan penjahat siber bukan lagi sebatas menginfeksi perangkat-perangkat yang digunakan sehari-hari, tapi juga teknologi yang digunakan n dalam layanan publik.

Salah satu contoh teknologi yang mendapat serangan penjahat siber, adalah elemen smart City. Serangan yang dilakukan khususnya terhadap perangkat WiFi guna mengganggu sistem transportasi yang terotomastisasi.

“Dari penelitian yang kami lakukan pada Skoda, salah satu produsen hybrid car di Eropa, terungkap bahwa sistem komputerisasi pada smart car juga rentan terhadap serangan siber,” jelas dia.

Myla menjelaskan, dalam smart car terdapat pintu gerbang (plug), yang dugunakan untuk menghubungkan perangkat pintar. “Saat menggunakan perangkat pintar, kita biasanya juga sering menggunakan WiFi yang tentu saja juga menggunakan username dan password. Kalau ini terinfeksi malware tentu akan mempengaruhi sistem komputerisasi mobil yang dapat mengganggu kontrol kunci mobil,” kata dia.

Dalam kesempatan sama, Country Manager Trend Micro Indonesia Andreas Kagawa juga mengungkapkan, saat ini serangan yang dilakukan oleh penjahat siber sudah berpindah pola menjadi lebih targeted attack .

Artinya, dalam melakukan serangan, para penjahat siber telah menentukan lebih dulu targetnya.
Setelah menentukan targetnya, lanjut dia, biasanya para penjahat siber akan mencari titik lemah dari komponen ataupun personal dalam sebuah perusahaan. Misalnya dengan mengirimkan email kepada sekretaris perusahaan, sesuai dengan hal-hal yang menjadi minta dan kebiasaannya.

“Begitu email tersebut dibuka oleh si sekretaris, maka secara otomatis malware akan menginfeksi sistem dan infrastruktur IT perusahaan itu,” papar Andreas.

Karena itulah, lanjut dia, untuk mencegah dan mengantisipasi serangan siber, setiap perusahaan harus selalu meng-up date sistem keamanan atas perangkat dan infrastruktur IT mereka. “Ada 4 cara yang efektif untuk mencegah serangan siber, yaitu prevent, detect, analize, dan respons,” pungkas Andreas. (Red)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.