DeTIK Nas Dorong Percepatan Broadband Indonesia

0
1080

Jakarta, Kom|IT – Mendukung tercapainya tujuan dan rencana Pitalebar Indonesia, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIK Nas), hari ini (Selasa, 22/9) menggelar Simposium Nasional Implementasi Rencana Pitalebar Indonesia di Kabupaten/Kota, di Hotel JW Luwansa, Jakarta.

Simposium Nasiaonal yang mengambil tema “Meaningful Broadband Kota/Kabupaten Initiative” ini, selain fokus membahas seputar pemanfaatan internet berkecepatan tinggi, terutama di tingkat pemerintahan daerah, juga mendorong tercapainya masyarakat yang lebih melek internet.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana DeTIK Nas Ilham Akbar Habibie mengungkapkan, broadband atau jalur pita lebar tidak sekadar infrastruktur semata namun lebih dari itu.

“Makanya pada diskusi kali ini, kami menggunakan kata Meaningful, yang artinya kita inginkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Ada tiga sifat dari sistem ini yang di luar infrastruktur, yaitu aplikasinya, regulasi, dan cara memanagenya,” papar Ilham.

Dijelaskan, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan broadband. Pertama usable, Diana broadband harus mudah digunakan oleh masyarakat. Kedua affordable, yaitu broadband harus terjangkau. Dan ketiga empowering, iman broadband harus bisa memberdayakan masyarakat.

Menurut Ilham, jika nantinya broadband benar-benar telah tercipata maka jangan sampai jaringan koneksi internet kecepatan tinggi ini justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak perlu, dan malah terkesan negatif.

“Bisa saja karena broadband sudah menjangkau hingga ke pelosok daerah, maka membuat anak-anak kita malah menjadi kecanduan game sebagai ekses cepatnya koneksi internet. Karena itu harus ada aturan. Ibaratnya jalan tol, kalau tidak ada rambu-rambunya maka juga akan berbahaya,” tambahnya.

Ilham mengambahkan, pada tahun 2014 lalu terdapat tujuh kabupaten/kota yang terpilih sebagai pilot project implementasi Pitalebara Indonesia, yaitu Kab. Banyuasin di Sumatera Selatan, Kota Pekalongan di Jawa Tengah, Kab. Banyuwangi di Jawa Timur, Kab. Jembrana di Bali, Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, Kab. Minahasa Utara di Sulawesi Utara dan Kab. Jayapura di Papua.

Dan untuk tahun 2015 ini, lanjutnya, pilot project tersebut dilanjutkan di 50 kabupaten/kota. Kabupaten/kota tersebut dipilih berdasarkan kesiapan mereka dalam mengimplementasikan broadband.

Kegiatan implementasi broadband ini juga menjadi bagian dari upaya DeTIK Nas mrncari model terbaik dari Implementasi Rencana Pitalebar Indonesia, serta mengajak lebih banyak kabupaten/kota untuk mrngimplrmntasikannya. (Red)

 

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.